lahatsatu.com – Dunia pasar modal Indonesia kembali dihebohkan dengan manuver bisnis raksasa. Konglomerat batu bara ternama, Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama, dikabarkan segera mengakuisisi sebagian besar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Perjanjian jual beli bersyarat telah diteken dengan pendiri Bayan, Dato’ Dr Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, pada tanggal 16 September 2026.
Transaksi fantastis ini melibatkan pengalihan 10.000.000.500 lembar saham biasa perusahaan. Informasi mengejutkan ini terungkap dari laporan resmi yang disampaikan Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis (17/9/2026), melalui keterbukaan informasi publik. PT Jhonlin Baratama sendiri merupakan bagian integral dari Jhonlin Group, konglomerasi bisnis yang dipimpin oleh Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal sebagai Haji Isam.

Meskipun kesepakatan telah tercapai, proses akuisisi ini masih terikat pada sejumlah persyaratan pendahuluan yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Jenny Quantero tidak merinci lebih lanjut mengenai detail kondisi-kondisi tersebut, namun menegaskan bahwa kepemilikan saham baru oleh PT Jhonlin Baratama akan sah setelah seluruh prasyarat terpenuhi.
Manajemen Bayan Resources memastikan bahwa perubahan kepemilikan ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional perusahaan. Mereka menjamin transaksi jumbo ini tidak akan berdampak negatif secara signifikan terhadap aspek hukum, kondisi finansial, maupun keberlangsungan bisnis perseroan ke depan.




