Gunawan, TikToker yang viral dengan joget "Sadbor", memberikan klarifikasi terkait kabar penangkapannya oleh Polres Sukabumi yang diduga terkait judi online. Melalui akun TikTok-nya, @sadbor86, Gunawan menegaskan bahwa dirinya dan timnya tidak terlibat dalam kegiatan judi online.
"Banyak yang menandai Sadbor bahwa kami bekerja sama dengan judi online. Sadbor mau memberikan klarifikasi, jadi tidak benar bahwa Sadbor, tim, dan karyawan bekerja sama dengan judi online," tegas Gunawan.

Gunawan mengakui bahwa beberapa penonton yang terafiliasi dengan judi online memberikan saweran saat dirinya melakukan live streaming. Namun, ia menyatakan bahwa dirinya dan timnya telah berusaha memblokir akun-akun tersebut.
"Sadbor dan karyawan sudah berusaha menghilangkan atau memblokir akun-akun mereka, tetapi tetap masuk," ujar Gunawan.
Gunawan menceritakan bahwa dirinya sebelumnya bekerja sebagai tukang jahit keliling di Jakarta. Saat pandemi Covid-19, ia mencoba peruntungan dengan membuat konten di TikTok. Awalnya, ia menampilkan kesehariannya sebagai penjahit keliling. Kemudian, ia mencoba konten joget dan mendapatkan penghasilan hingga Rp 60 ribu per hari.
"Saya mendapatkan Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Saya mencoba terus membuat konten sampai sekarang," ungkap Gunawan dalam wawancara dengan jurnalis InsertLive.
Gunawan mengajak saudara dan tetangganya di Kampung Margasari, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk membuat konten joget bersama. Tarian mereka yang unik, yang mengandalkan gerakan tangan dan kaki dengan mimik wajah lucu, kemudian dikenal sebagai "joget sadbor".
Gunawan mengambil 20% dari uang saweran, sisanya dibagikan kepada penari lainnya. Pendapatan dari konten joget sadbor digunakan untuk merenovasi rumah, membeli kebutuhan sehari-hari, dan melunasi utang.
Berdasarkan wawancara dengan KompasTV, penghasilan Gunawan dari joget sadbor bisa mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu per hari. Jika dihitung per bulan, pendapatannya mencapai Rp 12 juta hingga Rp 21 juta.
Namun, beberapa warganet mempertanyakan keterlibatan akun-akun yang memberikan saweran di live streaming @Sadbor86 yang mempromosikan judi online. Salah satu pengguna Twitter, @ajiehatadji, mengunggah screenshot salah satu penonton yang mempromosikan judi online.
"Hasil mengamati pada hari pertama, top contributor memang terafiliasi judi online. Kriminolog, apa ini bisa termasuk kemungkinan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU judol?" tulisnya.
Gunawan menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam judi online dan telah berusaha untuk memblokir akun-akun yang mempromosikan judi online di live streaming-nya.




