Jakarta, Lahatsatu.com – Layanan pinjaman digital GoTo Gojek Tokopedia, GoPaylater dan GoPay Pinjam, mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Nilai pinjaman yang disalurkan melonjak tiga kali lipat secara tahunan (yoy) menjadi Rp 4,3 triliun pada kuartal III tahun ini.
"Diversifikasi lintas-platform ini menunjukkan potensi cross-selling yang cukup besar dalam ekosistem GoTo," ungkap GoTo Gojek Tokopedia dalam keterangan pers, Kamis (31/10).

GoPaylater, khususnya, menjadi primadona untuk transaksi di layanan pesan antar Gojek dan belanja online di TikTok Shop Tokopedia. Meskipun GoTo tidak merinci tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP 90), perusahaan menegaskan bahwa rasio kredit macet (NPL) tetap stabil.
"Peningkatan nilai pinjaman tiga kali lipat menunjukkan ekosistem berjalan dengan baik, dengan berbagai produk dan penggunaan layanan di GoTo Gojek Tokopedia, yang mendorong pertumbuhan pengguna, sekaligus memperdalam penetrasi pinjaman secara bertanggung jawab dan akuntabel," tambah perusahaan.
Kontribusi layanan pinjaman terhadap pendapatan GoTo juga semakin besar. Pada kuartal III, pendapatan dari jasa pinjaman mencapai 14% dari total pendapatan bersih Grup. Sebanyak 80% dari total pinjaman yang disalurkan didanai oleh Bank Jago.
Melihat potensi yang besar, GoTo optimistis layanan pinjamannya, termasuk GoPaylater, akan terus berkembang. Penetrasi layanan ini masih relatif rendah, sementara permintaan kredit sangat tinggi. Bahkan, satu dari tujuh pengguna layanan GoPay dan Gojek mengajukan kredit dalam 12 bulan terakhir.
Perseroan memproyeksikan nilai pinjaman konsumen yang disalurkan akan meningkat dua kali lipat dibanding September 2024 pada akhir tahun depan. Selain itu, EBITDA yang disesuaikan bisnis fintech GoTo Gojek Tokopedia juga diperkirakan mulai positif pada kuartal IV 2024, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.




