Geger Praktik Licik Rugikan Negara Triliunan

lahatsatu.com – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis BMKS Sarjito baru-baru ini menguak sejumlah tantangan krusial yang membayangi industri mineral dalam negeri.

Agus sujarwo

Geger Praktik Licik Rugikan Negara Triliunan

lahatsatu.com – Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis BMKS Sarjito baru-baru ini menguak sejumlah tantangan krusial yang membayangi industri mineral dalam negeri. Dalam sesi uji kepatutan dan kelayakan di hadapan Komisi XI DPR RI, Sarjito memaparkan secara gamblang potensi kebocoran ekonomi yang telah merugikan negara selama puluhan tahun.

Salah satu sorotan utama Sarjito adalah ironi penentuan harga komoditas strategis. Indonesia, sebagai produsen timah dan nikel terbesar di dunia, justru tidak memiliki kendali atas harga jualnya. "Bagaimana mungkin kita sebagai penghasil terbesar, namun harganya ditentukan di negara lain?" tegas Sarjito, menyoroti paradoks yang merugikan kedaulatan ekonomi bangsa.

Geger Praktik Licik Rugikan Negara Triliunan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Sarjito juga membongkar praktik culas yang mengancam integritas perdagangan dan menggerus penerimaan negara. Ia mengungkapkan adanya risiko under invoicing, baik dari sisi volume maupun harga, dalam ekspor komoditas strategis Indonesia. Praktik ini, menurutnya, telah berlangsung puluhan tahun dan diperparah oleh transfer pricing.

"Praktik transfer pricing memang menguntungkan bagi kelompok perusahaan karena memaksimalkan nilai grup mereka. Namun, bagi negara, ini sangat merugikan penerimaan, sebab pajak yang diperoleh menjadi sangat kecil," jelas Sarjito. Ia menambahkan, sulitnya melacak beneficial ownership pihak berelasi di luar negeri semakin mempersulit penanganan masalah ini. Oleh karena itu, under invoicing dan transfer pricing harus segera dibenahi untuk mengembalikan porsi penerimaan negara yang seharusnya.

Tantangan ketiga yang diidentifikasi adalah integrasi dan kedalaman pasar yang belum optimal. Ekosistem yang ada saat ini masih terfragmentasi, dengan keterlibatan pelaku yang perlu diperluas dan produk yang diperdagangkan perlu dikondisikan. Hal ini masih menanti regulasi dari Peraturan Presiden terkait produk-produk yang bisa diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Sarjito menawarkan sejumlah pilar kunci sebagai solusi strategis. Pertama, membangun trusted infrastructure yang aman, andal, dan terintegrasi, meliputi

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar