lahatsatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG mengakhiri pekan perdagangan Jumat 24 Juli 2026 dengan performa yang mengecewakan. Bursa saham domestik terperosok dalam tekanan jual masif akibat serangkaian sentimen negatif dari kancah global yang memicu kekhawatiran investor.
Data RTI Business mencatat IHSG merosot tajam 188 persen mencapai level 619643. Indeks saham unggulan LQ45 juga tak luput dari koreksi signifikan sebesar 197 persen hingga penutupan perdagangan sore. Mayoritas saham mengalami pelemahan dengan 587 saham anjlok sementara hanya 104 yang menguat dan 105 lainnya stagnan.

Pemicu utama salah satunya datang dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberlakukan tarif impor baru. Kebijakan ini menargetkan 60 mitra dagang AS termasuk Indonesia dengan besaran tarif antara 10 hingga 125 persen. Menurut Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana langkah ini diambil AS terhadap negara-negara yang dinilai lemah dalam menegakkan larangan produk hasil kerja paksa.
Di sisi lain gejolak geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik yang tak kunjung usai ini mendorong harga minyak mentah dunia melambung tinggi menembus angka 100 dolar AS per barel. Kondisi ini sontak memicu kekhawatiran baru akan lonjakan inflasi global yang berpotensi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu lebih lama atau higher for longer.
Analis dari Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa peningkatan kekhawat




