Gas Industri Melonjak PGN Ungkap Fakta Mengejutkan

lahatsatu.com – Gelombang keluhan dari sektor industri terkait lonjakan harga gas alam cair atau LNG akhirnya dijawab oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk PGN. Perusahaan

Agus sujarwo

Gas Industri Melonjak PGN Ungkap Fakta Mengejutkan

lahatsatu.com – Gelombang keluhan dari sektor industri terkait lonjakan harga gas alam cair atau LNG akhirnya dijawab oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk PGN. Perusahaan pelat merah ini membeberkan alasan di balik penyesuaian tarif yang memicu keresahan para pelaku usaha. PGN menegaskan bahwa kenaikan ini tak terhindarkan akibat turbulensi harga energi global yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan pihaknya memahami betul kekhawatiran yang disampaikan oleh berbagai asosiasi maupun pelanggan industri. Menurutnya gejolak harga energi dunia telah memicu peningkatan biaya pengadaan LNG yang dibeli PGN dari para produsen. Ia juga menekankan bahwa skema penetapan harga gas berbasis LNG berbeda dengan gas pipa karena melibatkan serangkaian faktor biaya tambahan mulai dari pembelian transportasi penyimpanan hingga proses regasifikasi.

Gas Industri Melonjak PGN Ungkap Fakta Mengejutkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu indikator utama yang melandasi koreksi harga ini adalah peningkatan signifikan pada Indonesian Crude Price ICP. Tercatat harga minyak mentah Indonesia melonjak drastis dari 64 dolar AS per barel pada Januari 2026 menjadi sekitar 117 dolar AS per barel pada April 2026. PGN sendiri telah berupaya menahan laju kenaikan biaya ini selama beberapa bulan pertama tahun ini sebelum akhirnya melakukan penyesuaian harga secara bertahap pada Juni 2026 setelah melalui evaluasi mendalam dan koordinasi dengan pemerintah.

Fajriyah menambahkan bahwa penyesuaian harga ini hanya berdampak pada sekitar 21 persen dari total pasokan berbasis LNG dengan efek terbesar terasa di wilayah Jawa Bagian Barat. Sementara itu sekitar 79 persen pasokan lainnya termasuk gas pipa dan pasokan untuk tujuh sektor industri penerima Harga Gas Bumi Tertentu HGBT tidak mengalami perubahan dan tetap mengacu pada ketetapan pemerintah.

PGN berharap kenaikan harga LNG ini hanya bersifat sementara. Perusahaan memproyeksikan harga gas berbasis LNG berpotensi mengalami penurunan dalam tiga bulan ke depan seiring dengan meredanya harga minyak dunia sejak pertengahan Juni 2026. Meskipun ada penyesuaian PGN mengklaim harga LNG domestik saat ini masih lebih kompetitif dibandingkan alternatif energi lain seperti solar industri atau LPG industri. Bahkan harga gas di Indonesia relatif lebih rendah dibanding beberapa negara Asia Tenggara yang juga terdampak gejolak pasar energi global.

Terkait isu penurunan alokasi pasokan gas Fajriyah menegaskan bahwa ketersediaan gas bumi untuk seluruh pelanggan industri pada Juni 2026 tetap terjamin baik dari gas pipa maupun LNG. PGN memastikan suplai gas untuk industri dipenuhi melalui portofolio gas pipa dan gas dari regasifikasi LNG.

Mengenai penyaluran gas murah melalui program HGBT PGN menegaskan seluruh pelaksanaannya berlandaskan Keputusan Menteri ESDM Nomor 250 Tahun 2026. Regulasi ini mengatur secara rinci mulai dari penerima volume harga sumber pasokan hingga mekanisme penyesuaian jika alokasi gas dari hulu berkurang. PGN akan terus bersinergi dengan asosiasi industri guna mencari solusi terbaik termasuk optimalisasi pemanfaatan gas pipa dan skema komersial yang sesuai ketentuan berlaku.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar