Ekspor Minyak Saudi Melonjak Drastis

lahatsatu.com – Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas ternyata tidak mampu membendung laju produksi energi dari Negeri Para Nabi. Meski terus dihantam

Agus sujarwo

Ekspor Minyak Saudi Melonjak Drastis

lahatsatu.com – Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas ternyata tidak mampu membendung laju produksi energi dari Negeri Para Nabi. Meski terus dihantam serangan dari kelompok Houthi, Arab Saudi justru mencatatkan lonjakan ekspor minyak mentah yang sangat signifikan pada September 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh lembaga riset Kpler, volume ekspor minyak mentah milik kerajaan tersebut berhasil menembus angka 6 juta barel per hari (bpd).

Pencapaian ini menjadi fenomena yang mengejutkan pasar energi global. Angka 6 juta bpd tersebut merupakan level tertinggi yang pernah dicapai sejak pecahnya konflik dengan Iran sekitar tujuh bulan yang lalu. Jika dibandingkan dengan performa bulan sebelumnya, lonjakan ini tergolong sangat masif. Pada Agustus 2026, ekspor minyak Saudi tercatat hanya berada di angka 3,4 juta bpd. Artinya, terjadi kenaikan volume ekspor hampir menyentuh angka 80 persen hanya dalam waktu satu bulan.

Ekspor Minyak Saudi Melonjak Drastis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lonjakan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang sangat rentan. Sebelumnya, Arab Saudi terpaksa menutup jalur pipa minyak East-West akibat kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh serangan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak. Padahal, pipa East-West memegang peran krusial sebagai jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz yang rawan konflik. Melalui pipa ini, minyak dari kawasan produksi timur dapat langsung dialirkan menuju terminal Yanbu di Laut Merah.

Penutupan jalur pipa tersebut sempat memicu kepanikan di pasar global, yang mengakibatkan harga minyak mentah jenis Brent sempat meroket hingga mendekati level US$ 110 per barel. Namun, ketakutan pasar perlahan mereda seiring dengan munculnya keyakinan bahwa gangguan distribusi tersebut tidak akan berlangsung dalam jangka panjang.

Saat ini, Arab Saudi mulai mengalihkan kembali arus ekspor minyaknya melalui Selat Hormuz. Langkah ini dimungkinkan setelah militer Amerika Serikat (AS) berhasil membuka kembali jalur pelayaran di sepanjang pesisir Oman. Negara-negara di kawasan Teluk lainnya juga mulai memanfaatkan jalur tersebut, meskipun risiko serangan terhadap kapal tanker masih tetap membayangi.

Matt Smith, Direktur Riset Komoditas di Kpler, memberikan analisisnya terkait fenomena ini. Menurutnya, peningkatan volume ekspor dari Teluk Timur Tengah merupakan dampak langsung dari gangguan pada jalur pipa, namun hal ini juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri para pelaku industri untuk kembali menggunakan Selat Hormuz di tengah meningkatnya lalu lintas pelayaran.

Data Kpler menunjukkan bahwa rata-rata ekspor melalui Selat Hormuz pada hari Rabu mencapai 13,2 juta bpd, meskipun angka ini masih di bawah volume normal sebelum perang Iran yang mencapai 17 juta bpd. Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan bahwa pipa East-West mulai beroperasi kembali dengan volume yang masih rendah dan secara bertahap akan ditingkatkan kembali. Meski demikian, pihak pemerintah Arab Saudi sendiri hingga kini masih enggan memberikan konfirmasi resmi terkait status operasional penuh jalur pipa vital tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar