Washington D.C. – Amazon dan Meta, dua raksasa teknologi dunia, secara mengejutkan menyumbangkan masing-masing US$ 1 juta (sekitar Rp 15 miliar) untuk membiayai pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan berlangsung pada 20 Januari 2025. Pengumuman donasi ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sejarah hubungan yang sempat alot antara Trump dan kedua perusahaan tersebut.
Amazon mengumumkan akan memberikan donasi berupa uang tunai sebesar US$ 1 juta dan tambahan US$ 1 juta dalam bentuk barang, termasuk penayangan langsung acara pelantikan di Amazon Video. Konfirmasi ini disampaikan melalui CNN pada Jumat pekan lalu. Lebih mengejutkan lagi, pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan akan bertemu Trump secara langsung dalam beberapa hari mendatang.

Meta juga mengonfirmasi donasi senilai US$ 1 juta pada Rabu pekan lalu. Konfirmasi ini muncul dua minggu setelah CEO Meta, Mark Zuckerberg, bertemu secara pribadi dengan Trump di Mar-a-Lago, Florida. CNN menyebut donasi ini sebagai "perubahan besar" dari sikap kedua perusahaan terhadap Trump, mengingat larangan penggunaan platform mereka oleh Trump setelah kerusuhan di Capitol pada Januari 2021.
Donasi ini memicu spekulasi berbagai pihak. Sebagian menilai ini sebagai upaya untuk mendekati pemerintahan Trump yang akan datang. Hal ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa Meta sebelumnya tidak pernah berdonasi untuk pelantikan Presiden Biden pada 2020 atau pelantikan Trump pada 2016.
Hubungan antara Trump dan kedua perusahaan teknologi ini memang sempat memanas. Trump kerap mengkritik Bezos terkait kepemilikan Bezos di The Washington Post dan liputannya yang dianggap merugikan Trump. Ia juga pernah menyerang Zuckerberg dan Facebook, bahkan menyebutnya sebagai platform anti-Trump. Namun, setelah beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap Trump, Bezos dan Zuckerberg tampak mencairkan hubungan dengan Trump. Bezos bahkan memuji Trump di media sosial, sementara Zuckerberg mengungkapkan kekagumannya terhadap Trump.
Langkah sejumlah pemimpin perusahaan teknologi besar Amerika, termasuk Tim Cook (Apple), Sundar Pichai (Google), dan Andy Jassy (Amazon), yang dikabarkan berupaya mendekati Trump sebelum Pemilu November lalu, semakin memperkuat dugaan upaya pendekatan ini. Donasi besar-besaran untuk pelantikan Trump ini pun menjadi babak baru dalam dinamika hubungan antara dunia teknologi dan politik Amerika Serikat.




























