lahatsatu.com – Pasar keuangan Indonesia kembali diwarnai gejolak. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melonjak signifikan hari ini, menekan rupiah hingga menembus level krusial Rp 18.100. Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah sentimen pasar yang sedang bergejolak.
Berdasarkan pantauan data Bloomberg yang diakses oleh lahatsatu.com pada Selasa 14 Juli 2026 pukul 09.10 WIB, mata uang Negeri Paman Sam tersebut tercatat berada di posisi Rp 18.125. Angka ini menunjukkan penguatan sebesar 16 poin atau setara 0,09 persen dibandingkan posisi sebelumnya, mengindikasikan tekanan yang cukup berarti bagi mata uang Garuda.

Tak hanya terhadap rupiah, performa dolar AS di kancah global juga menunjukkan dinamika yang bervariasi. Dolar AS memang perkasa di hadapan dolar Hong Kong, mencatat kenaikan tipis 0,01 persen. Namun, dominasinya tak berlaku universal. Mata uang AS justru harus mengakui keunggulan beberapa mata uang Asia dan Kanada. Tercatat, dolar AS melemah 0,10 persen terhadap dolar Kanada, 0,01 persen melawan yen Jepang, dan penurunan paling signifikan sebesar 0,22 persen saat berhadapan dengan won Korea.




