Dolar AS Menembus Batas Psikologis Baru

lahatsatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tengah berada dalam tekanan hebat. Mata uang Garuda dilaporkan terus merosot tajam hingga hampir

Agus sujarwo

Dolar AS Menembus Batas Psikologis Baru

lahatsatu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tengah berada dalam tekanan hebat. Mata uang Garuda dilaporkan terus merosot tajam hingga hampir menyentuh angka psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik, mengingat penguatan dolar AS yang terjadi sangat signifikan dalam kurun waktu terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Bloomberg, dolar AS mencatatkan penguatan sebesar 0,32% sehingga menyentuh level Rp 17.961. Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.903. Pergerakan mata uang Paman Sam ini diprediksi akan terus berfluktuasi dalam rentang Rp 17.940 hingga Rp 17.972 pada perdagangan hari ini. Jika ditarik secara tahunan, dolar AS telah menunjukkan dominasinya dengan penguatan mencapai 7,67% sepanjang tahun 2026.

Dolar AS Menembus Batas Psikologis Baru
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi situasi yang kian memanas ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (28/9/2026), Airlangga menegaskan bahwa pemerintah sedang melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika pasar yang terjadi.

Sebagai langkah konkret untuk menahan laju pelemahan rupiah, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengambil kebijakan strategis dengan mendorong sektor ekspor secara besar-besaran. Fokus utamanya adalah meningkatkan volume ekspor nasional guna mendongkrak perolehan devisa negara. Dengan meningkatnya pasokan dolar dari hasil ekspor, diharapkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat diredam.

"Kita monitor dulu situasinya. Pemerintah tentu akan menggenjot sektor ekspor agar penerimaan devisa kita meningkat," ujar Airlangga saat memberikan keterangan kepada awak media.

Meski rupiah sedang mengalami tren pelemahan, Airlangga tetap memberikan catatan optimis terkait ketahanan ekonomi nasional. Ia menilai bahwa secara fundamental, kondisi makroekonomi Indonesia sebenarnya masih berada dalam posisi yang cukup solid. Namun, ia juga mengakui bahwa pergerakan nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi domestik semata.

Menurutnya, terdapat faktor-faktor eksternal dan sentimen pasar global yang seringkali bergerak di luar kendali fundamental ekonomi sebuah negara. "Jika kita melihat kondisi makro, sebenarnya cukup baik. Namun, kita harus sadar bahwa selalu ada faktor di luar fundamental, seperti faktor sentimental pasar. Tugas kita adalah menjaga keseimbangan atau melakukan balancing terhadap kondisi tersebut," tambahnya.

Di tengah ketidakpastian ini, pemerintah juga memberikan kepastian mengenai kebijakan fiskal ke depan. Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan perubahan terhadap asumsi nilai tukar rupiah yang telah ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2027. Pemerintah tetap memegang teguh asumsi nilai tukar sebesar Rp 17.500 per dolar AS.

"Tidak diganti, kami tetap optimis," tegas Airlangga menutup keterangannya. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekspektasi pasar dan memberikan kepastian bagi para pelaku ekonomi dalam menyusun perencanaan keuangan mereka di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar