lahatsatu.com – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif pada pembukaan perdagangan pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak dua arah, menciptakan gelombang naik-turun yang cukup tajam bagi para pelaku pasar. Kondisi ini sempat membuat para investor bersikap waspada sebelum akhirnya indeks kembali menunjukkan tren penguatan di zona hijau.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari RTI pada Kamis (8/10/2026), pergerakan IHSG diawali dengan optimisme yang cukup tinggi. Saat bel pembukaan berbunyi, indeks langsung melesat ke zona hijau dengan posisi di level 6.154,97. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Tak berselang lama setelah pembukaan, tekanan jual mulai muncul dan mendorong indeks merosot tajam ke zona merah.

Ketidakpastian pasar sempat membawa IHSG menyentuh titik terendah di level 6.137,66. Penurunan ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan trader mengenai arah pergerakan pasar sepanjang hari ini. Akan tetapi, momentum pembalikan arah (reversal) terjadi dengan cukup cepat. Setelah sempat tertekan, IHSG kembali menunjukkan taringnya dan meroket kembali ke zona hijau.
Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat telah menguat sebesar 13,42 poin atau naik sekitar 0,22% secara harian. Indeks kini bertengger di level 6.160,15. Bahkan, dalam pergerakannya yang agresif, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.162,91 sebelum akhirnya sedikit terkoreksi ke posisi saat ini.
Jika menilik komposisi pergerakan saham secara individual, pasar terlihat sedang mengalami pembagian kekuatan yang cukup merata. Tercatat sebanyak 234 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga. Di sisi lain, sebanyak 214 saham justru mengalami pelemahan atau terkoreksi. Sementara itu, terdapat sekitar 237 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali sejak pembukaan pasar.
Aktivitas transaksi di lantai bursa juga menunjukkan volume yang cukup aktif. Hingga pagi ini, volume perdagangan telah menyentuh angka 2,75 miliar saham. Dari sisi likuiditas, perputaran uang yang mengalir di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp 593,8 miliar. Intensitas transaksi juga terlihat tinggi dengan frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 102.021 kali.
Fluktuasi yang terjadi pagi ini mencerminkan adanya tarik-menarik antara sentimen positif dan tekanan jual di pasar. Para investor kini tengah memantau apakah penguatan ini akan berlanjut hingga penutupan pasar sore nanti atau justru akan kembali diuji oleh tekanan volatilitas yang lebih besar.




