Dampak Tarif Ekspor Trump Bagi Lampung

Tarif ekspor 125% yang dipatok Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap China dan 32% terhadap Indonesia, berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi Provinsi Lampung. Hal ini

Agus sujarwo

Dampak Tarif Ekspor Trump Bagi Lampung

Tarif ekspor 125% yang dipatok Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap China dan 32% terhadap Indonesia, berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi Provinsi Lampung. Hal ini diungkapkan oleh akademisi Universitas Bandar Lampung, Andala Rama Putra. Menurut Andala, dampaknya akan bersifat ganda, baik positif maupun negatif, bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Dampak negatif yang paling terlihat adalah penurunan daya saing produk ekspor Lampung di pasar AS. Kenaikan tarif impor membuat produk-produk andalan Lampung seperti kopi, karet, sawit, singkong, dan pisang menjadi kurang kompetitif, bahkan berpotensi tersisih oleh produk domestik AS atau produk dari negara lain. Hal ini berisiko memicu penurunan ekspor dan berdampak pada sektor ketenagakerjaan, bahkan berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Penurunan pendapatan daerah akibat berkurangnya kontribusi pajak dan retribusi dari sektor industri dan perdagangan luar negeri juga menjadi ancaman serius.

Dampak Tarif Ekspor Trump Bagi Lampung
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, Andala juga melihat peluang positif. Kebijakan Trump ini dapat memaksa pelaku usaha Lampung untuk melakukan diversifikasi pasar, beralih ke negara-negara non-tradisional seperti India, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin. Keberadaan Pelabuhan Panjang di Lampung dinilai dapat mempermudah pengiriman produk ke pasar alternatif tersebut. Situasi ini, menurut Andala, dapat menjadi momentum untuk mempercepat hilirisasi produk unggulan Lampung, meningkatkan nilai tambah, dan mengurangi ketergantungan pada pasar AS. Pemerintah daerah pun perlu mendukung upaya ini dengan kebijakan yang pro-bisnis dan kerjasama yang baik dengan para pemangku kepentingan.

Sebagai solusi jangka panjang, Andala menyarankan pemerintah pusat untuk melakukan negosiasi perdagangan bilateral dengan pemerintah AS melalui kerangka kerja sama yang saling menguntungkan, misalnya melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Alternatif lain adalah memanfaatkan skema preferensi perdagangan lainnya, seperti Generalized System of Preferences (GSP) dari negara lain atau memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) seperti RCEP dan ASEAN. Dengan strategi yang tepat, dampak negatif kebijakan tarif ekspor Trump dapat diminimalisir, bahkan diubah menjadi peluang untuk meningkatkan perekonomian Lampung.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1