Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Kini Semakin Mudah Lewat Ponsel

Jakarta, Lahatsatu.com – Kabar gembira bagi masyarakat! Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggulirkan program bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua

Agus sujarwo

Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Kini Semakin Mudah Lewat Ponsel

Jakarta, Lahatsatu.com – Kabar gembira bagi masyarakat! Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggulirkan program bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua tahun 2024 dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang menyasar 16,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pencairan PKH dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan sekali. Masyarakat kini dapat dengan mudah mengecek apakah terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak, cukup melalui ponsel pintar (HP) tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Kini Semakin Mudah Lewat Ponsel
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Untuk melakukan pengecekan, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka peramban (browser) di ponsel Anda.
  2. Kunjungi situs resmi Kemensos di alamat cekbansos.kemensos.go.id.
  3. Isi data wilayah tempat tinggal Anda secara lengkap, mulai dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
  4. Masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  5. Ketik kode captcha yang muncul di layar.
  6. Klik tombol "Cari Data".
  7. Sistem akan menampilkan informasi terkait status penerimaan bansos PKH Anda.

Sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari data berdasarkan wilayah yang Anda masukkan. Pastikan data yang diinput sesuai dengan KTP dan lokasi penerima.

Besaran Bansos yang Diterima

Besaran dana bansos PKH bervariasi, disesuaikan dengan komponen yang terdaftar. Misalnya, ibu hamil dan anak usia 0-6 tahun menerima Rp750.000 per tahap (tiga bulan). Untuk komponen pendidikan, anak SD menerima Rp225.000 per tahap, SMP Rp375.000, dan SMA Rp500.000. Sementara itu, penyandang disabilitas berat dan lansia di atas 70 tahun menerima Rp600.000 per tahap.

Untuk program sembako atau BPNT, setiap KPM menerima Rp200.000 per bulan, yang disalurkan secara tunai atau non-tunai melalui bank atau kantor pos.

Kendala Penyaluran dan Upaya Perbaikan

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengakui adanya kendala dalam penyaluran bansos, seperti perubahan nama atau ketidaksesuaian data administrasi. Pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan data bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Beberapa masalah yang masih dalam proses perbaikan antara lain rekening pasif, rekening tidak ditemukan, rekening berbeda nama, kartu tidak aktif, nomor kartu salah, dan kartu belum terbit.

Data Penyaluran Bansos Terkini

Berikut data penyaluran bansos hingga saat ini:

  • PKH: 8.042.979 KPM (80,43%) telah tersalurkan.
  • Sembako: 15.159.958 KPM (82,95%) telah tersalurkan.

Proses pembukaan rekening masih berlangsung untuk 1.945.399 KPM PKH (19,4%) dan 2.723.515 KPM Sembako (14,9%). Selain itu, perbaikan data masih dilakukan untuk 11.622 KPM PKH (0,12%) dan 393.610 KPM Sembako (2,2%).

Dengan kemudahan pengecekan status penerima melalui ponsel, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan transparan mengenai program bansos dari pemerintah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1