Buruh Kepung Gedung DPR Kawal RUU Ketenagakerjaan

lahatsatu.com – Gelombang protes kembali mewarnai kawasan Senayan, Jakarta. Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen serikat pekerja turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk

Agus sujarwo

Buruh Kepung Gedung DPR Kawal RUU Ketenagakerjaan

lahatsatu.com – Gelombang protes kembali mewarnai kawasan Senayan, Jakarta. Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen serikat pekerja turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tekanan publik terhadap para wakil rakyat agar memberikan perhatian serius terhadap penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Massa yang memadati area depan gerbang parlemen tersebut membawa berbagai atribut protes, mulai dari spanduk bertuliskan tuntutan kesejahteraan hingga poster yang menyuarakan kegelisahan para pekerja di sektor industri. Suasana di lokasi terpantau cukup dinamis dengan orasi-orasi yang membakar semangat para peserta aksi. Mereka menuntut agar regulasi yang sedang digodok tidak hanya berpihak pada kepentingan pemilik modal, tetapi juga harus menjamin hak-hak dasar pekerja.

Buruh Kepung Gedung DPR Kawal RUU Ketenagakerjaan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan utama dalam aksi ini adalah mengenai kepastian kerja. Para buruh merasa bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini semakin rentan akibat sistem kerja kontrak dan outsourcing yang dianggap tidak memberikan stabilitas ekonomi bagi keluarga pekerja. Mereka mendesak agar RUU Perlindungan Ketenagakerjaan mampu memberikan payung hukum yang kuat untuk meminimalisir pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang sering terjadi tanpa kompensasi yang memadai.

Selain masalah kepastian kerja, isu upah layak juga menjadi tuntutan yang tak kalah mendesak. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, para buruh menilai bahwa standar upah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja dan keluarganya. Mereka meminta pemerintah dan DPR untuk merumuskan formula pengupahan yang lebih adil, yang mempertimbangkan laju inflasi serta produktivitas pekerja secara proporsional.

"Kami datang ke sini untuk memastikan bahwa suara kami didengar. Jangan sampai undang-undang yang dihasilkan justru memperlemah posisi tawar buruh di hadapan perusahaan," ujar salah satu koordinator lapangan dalam orasinya.

Aksi ini juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial dan jaminan keselamatan kerja. Para demonstran menuntut adanya penguatan sistem perlindungan bagi pekerja, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor-sektor berisiko tinggi. Mereka berharap RUU yang baru nantinya dapat menutup celah hukum yang selama ini sering merugikan pekerja dalam hal jaminan kesehatan maupun jaminan hari tua.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Gatot Subroto mengalami pengalihan untuk mengantisipasi kepadatan massa. Pihak kepolisian juga tampak berjaga ketat di sekitar area Gedung DPR/MPR RI guna memastikan aksi berjalan dengan tertib dan mencegah terjadinya kericuhan. Para buruh menyatakan akan terus mengawal proses legislasi ini hingga ada keputusan konkret yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan kaum pekerja di Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar