Jakarta – Bos Nvidia, Jensen Huang, dijadwalkan hadir di Indonesia pada 14 November mendatang. Kehadirannya dalam acara AI Day Indosat ini menandai langkah serius perusahaan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Tanah Air.
"Anda akan melihat beberapa tokoh global pada 14 November, salah satunya CEO Nvidia Jensen Huang bakal datang ke Indonesia," ujar President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/11).

Selain Huang, acara AI Day juga akan menghadirkan CEO Accenture, Julie Terese Sweet, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Nvidia, perusahaan yang sempat menjadi perusahaan termahal di dunia, dikenal sebagai produsen cip yang menjadi tulang punggung teknologi AI. Nilai pasar sahamnya sempat menyentuh US$ 3,53 triliun, mengalahkan Apple.
Kenaikan nilai saham Nvidia ini didorong oleh tren AI yang semakin marak. "Kini semakin banyak perusahaan yang menerapkan kecerdasan buatan dalam tugas sehari-hari mereka dan permintaan terhadap chip Nvidia tetap kuat," ungkap Russ Mould, direktur investasi di AJ Bell.
Tak hanya datang ke Indonesia, Nvidia juga berencana membangun pusat AI di Solo dengan investasi mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3 triliun. Fasilitas ini akan dibangun di Solo Technopark, kawasan sains dan teknologi di Surakarta.
Pembangunan pusat AI di Solo ini merupakan bagian dari strategi Nvidia untuk memperluas jangkauan bisnisnya di Asia Tenggara. Sebelumnya, perusahaan ini telah membangun pusat AI di Malaysia dan Singapura.
Di Indonesia, Nvidia juga membuka peluang kerja sama dengan Telkom Indonesia dalam pengembangan teknologi AI. Kehadiran Nvidia di Indonesia diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekosistem AI dan mempercepat adopsi teknologi ini di berbagai sektor.




























