Beras Oplosan Ditemukan di Minimarket, Mentan Bertindak!

Jakarta, Lahatsatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan mengejutkan terkait peredaran beras oplosan yang merambah hingga minimarket dan supermarket ternama. Pernyataan ini

Agus sujarwo

Beras Oplosan Ditemukan di Minimarket, Mentan Bertindak!

Jakarta, Lahatsatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan mengejutkan terkait peredaran beras oplosan yang merambah hingga minimarket dan supermarket ternama. Pernyataan ini disampaikan usai pihaknya melakukan pengambilan sampel beras di berbagai gerai ritel modern.

"Beras oplosan itu ada, bahkan di supermarket. Kita ambil sampel dari semua tingkatan," tegas Amran kepada awak media di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025).

Beras Oplosan Ditemukan di Minimarket, Mentan Bertindak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menyusul terungkapnya kasus ini, Amran mengklaim bahwa pihak minimarket telah mulai menarik peredaran beras oplosan tersebut dari rak-rak penjualan. Ia berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi perlindungan konsumen.

"Sudah ada pergerakan penarikan, semoga ini baik untuk konsumen," imbuhnya.

Amran memastikan bahwa penarikan beras oplosan tidak akan menghalangi proses investigasi yang tengah berjalan oleh pihak kepolisian. Pihaknya telah menyerahkan bukti-bukti kuat kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti kasus ini.

Fokus pengusutan akan diarahkan kepada produsen-produsen besar yang terlibat dalam praktik pengoplosan. Amran menegaskan bahwa pedagang kecil yang hanya menjual beras oplosan tanpa mengetahui kualitasnya akan dilindungi.

"Perusahaan besar pengoplos harus ditindak tegas. Pedagang kecil kita lindungi, karena kadang mereka tidak tahu standar berasnya," jelas Amran.

Sebelumnya, Mentan juga mengungkapkan bahwa praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah berlangsung selama bertahun-tahun, merugikan negara hingga Rp 10 triliun dalam lima tahun terakhir. Tim gabungan dari Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Polri, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan bahwa sebagian besar beras SPHP dioplos dan dijual dengan harga premium.

"Dari total SPHP yang didapatkan di outlet, hanya 20% yang dipajang, sementara 80% dioplos dan dijual dengan harga lebih tinggi," ungkap Amran saat Raker dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2025).

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1