lahatsatu.com – Sektor bank emas di Indonesia menunjukkan geliat luar biasa dengan akumulasi aset yang kini menembus angka fantastis. Otoritas Jasa Keuangan OJK melaporkan bahwa total kelolaan ekosistem emas telah mencapai lebih dari 150 ton hingga Juni 2026. Angka ini mencerminkan tren positif yang mengesankan dalam bisnis bulion nasional.
Agusman Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK pada Jumat 7 Agustus 2026 mengungkapkan bahwa performa gemilang ini dimotori oleh dua entitas utama yakni PT Bank Syariah Indonesia Persero Tbk BSI dan PT Pegadaian Persero. Kedua lembaga ini menjadi pelopor dalam menyediakan layanan bank emas di Tanah Air.

Lebih lanjut Agusman menjelaskan bahwa volume emas yang dikelola ini meliputi berbagai jasa penting. Mulai dari layanan simpanan penitipan pembiayaan hingga perdagangan emas semuanya tercakup dalam ekosistem bulion yang ada. Hingga saat ini belum ada lembaga jasa keuangan lain yang mengantongi izin resmi untuk menyelenggarakan kegiatan usaha bulion selain BSI dan Pegadaian.
OJK sendiri tidak tinggal diam dalam upaya pengembangan ekosistem bulion. Mereka aktif berkolaborasi dengan berbagai kementerian lembaga terkait serta para pelaku industri. Langkah strategis ini sejalan dengan Roadmap Ekosistem dan Kegiatan Usaha Bulion 2026-2031 yang telah dicanangkan untuk memperkuat fondasi bisnis emas di Indonesia.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa usaha bulion masih memiliki potensi pertumbuhan signifikan. Minat masyarakat yang terus meningkat serta penguatan ekosistem bulion nasional menjadi pendorong utama. Meski demikian OJK tetap mengingatkan publik dan pelaku industri untuk senantiasa mengedepankan pengelolaan risiko yang matang prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang transparan demi keberlanjutan sektor ini.




