Labuha, Halmahera Selatan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Labuha, Halmahera Selatan selama dua hari terakhir menyebabkan banjir yang berdampak pada operasional Bandara Oesman Sadik. Akibatnya, sebagian landasan pacu bandara tersebut ditutup sementara.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Oesman Sadik, Muhammad Hariddin, mengungkapkan bahwa banjir menggenangi landasan pacu dan area sekitarnya. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) atau pemberitahuan kepada penerbang untuk menutup landasan pacu hingga pukul 09.30 WIT pada hari Minggu.

"Demi keselamatan penerbangan, operasional bandara terpaksa kami tutup sementara sesuai NOTAM Nomor: C0810/25 NOTAMN. Saat kejadian, terdapat satu pesawat Wings Air yang berada di apron, namun dalam kondisi aman," jelas Hariddin, Senin (23/6/2025).
Setelah dilakukan pembersihan, bandara sempat beroperasi normal. Namun, hujan kembali mengguyur dan menyebabkan genangan air di landasan pacu. Akibatnya, NOTAM kembali dikeluarkan untuk menutup sebagian landasan pacu sepanjang 300 meter dari awal runway 06 hingga Selasa pukul 09.00 WIT.
"Intensitas hujan yang masih tinggi menyebabkan aliran air melintasi landasan pacu. Saat ini, landasan pacu yang dapat dioperasikan sepanjang 1.350 meter," imbuh Hariddin.
Saat ini, pihak bandara tengah melakukan pengerukan material pasir yang menutupi box culvert dengan menggunakan excavator. Tujuannya adalah untuk memastikan aliran air dari arah gunung dapat tersalurkan dengan baik.
Kabar baiknya, pesawat Wings Air dengan rute Labuha-Ternate dan Ternate-Labuha yang sempat tertunda akibat banjir, sudah kembali beroperasi normal mulai pukul 09.14 WIT hari ini.




