Morowali, Lahatsatu.com – Bandara di kawasan industri Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, menjadi perbincangan hangat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaannya. Usai menyaksikan Latihan Pertahanan Terintegrasi 2025 di Morowali, Sjafrie mengungkapkan kekhawatirannya terkait bandara yang dinilai tidak memiliki perangkat negara yang memadai.
"Ini anomali, bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi," ujarnya seperti dikutip dari CNN.

Bandara IMIP memang terletak di dalam kawasan industri tersebut dan dikelola oleh pihak swasta. Menurut data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, bandara ini memiliki klasifikasi 4B dan operasionalnya berada di bawah pengawasan Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar. Statusnya adalah bandara non-kelas dengan operasi khusus untuk penerbangan domestik. Bandara ini memiliki kode WAMP dari ICAO dan MWS dari IATA.
Meskipun dikelola swasta, Bandara IMIP memiliki lalu lintas udara yang cukup aktif. Hingga tahun 2024, tercatat ada 534 penerbangan yang dilayani dengan total 51.800 penumpang. Bandara ini berlokasi di Jl. Trans Sulawesi, Fatufia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Fasilitas yang tersedia di Bandara IMIP meliputi landasan pacu sepanjang 1.890 meter dengan lebar 30 meter, serta daya dukung landasan (PCN) level 68/F/C/X/T. Apron bandara berukuran 96 x 83 meter dengan daya dukung yang sama. Untuk keamanan pendaratan, bandara ini dilengkapi dengan runway strip seluas 2.010 x 300 meter.




