Tambang Emas Martabe Bersiap Kembali Beroperasi Bulan Mei

Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan bahwa Tambang Emas Martabe, yang sempat terhenti operasinya, ditargetkan untuk kembali beroperasi pada pertengahan Mei mendatang. Penambangan

Agus sujarwo

Tambang Emas Martabe Bersiap Kembali Beroperasi Bulan Mei

Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan bahwa Tambang Emas Martabe, yang sempat terhenti operasinya, ditargetkan untuk kembali beroperasi pada pertengahan Mei mendatang. Penambangan dihentikan sementara akibat dampak banjir di Sumatera pada akhir tahun lalu.

Tambang Martabe sendiri merupakan aset dari anak perusahaan UNTR, yaitu PT Agincourt Resources (PTAR). Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan produksi emas dari tambang ini mencapai 60.000 ounce setelah kembali beroperasi.

Tambang Emas Martabe Bersiap Kembali Beroperasi Bulan Mei
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pertengahan bulan Mei sudah bisa beroperasi dan apabila itu kita sudah bisa beroperasi, targetnya sekitar 60.000 ounce," ujar Iwan dalam konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, UNTR tengah mempersiapkan segala kebutuhan operasional tambang, termasuk melibatkan kembali para kontraktor. Selain itu, perusahaan juga mulai memanggil kembali karyawan yang sebelumnya dirumahkan akibat penghentian sementara operasional tambang.

"Karyawan-karyawan yang sudah sempat kita rumahkan, kita panggil-panggil kembali. Dan yang paling penting itu kita berusaha untuk meningkatkan kualitas dan aspek keselamatan serta lingkungan hidupnya. Tentunya kita terus bekerja sama secara intensif dengan Kementerian Lingkungan Hidup," imbuh Iwan.

Sebagai informasi tambahan, penghentian sementara operasional Tambang Martabe diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada 6 Desember 2025 lalu. Keputusan ini diambil setelah dilakukan inspeksi udara dan darat di hulu DAS Batang Toru dan Garoga untuk memverifikasi penyebab bencana banjir dan longsor, serta menilai kontribusi aktivitas usaha terhadap peningkatan risiko bencana tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar