Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah memfokuskan diri untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan menambah kapasitas penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi lainnya. Rencana awal pembangunan terminal penyimpanan (storage) di Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau, yang sempat diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada awal tahun 2025, kini dinyatakan batal.
"Storage akan ada di daerah Sumatera. Pulau Nipah kemungkinan kecil, karena arealnya yang tidak terlalu besar. Sementara kita butuhkan area yang cukup besar," ungkap Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah sedang aktif mencari lokasi alternatif yang lebih representatif, dengan Pulau Sumatera menjadi kandidat terkuat. Pembangunan terminal penyimpanan ini dianggap krusial mengingat kapasitas penyimpanan minyak mentah Indonesia saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan selama 23-25 hari.
Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa rencana ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga memastikan bahwa investasi untuk proyek strategis ini sudah tersedia, dengan skema pendanaan campuran antara investor dalam negeri dan luar negeri.
"Investasinya sudah ada, investornya sudah ada," tegas Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ketika ditanya lebih detail mengenai identitas investor, Bahlil hanya memberikan petunjuk bahwa investasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara modal dalam negeri dan asing, namun bukan berasal dari Amerika Serikat.




