<strong style="lahatsatu.com – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) menunjukkan performa yang sangat impresif dalam mengarungi dinamika pasar pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan raksasa di sektor agrifood ini berhasil membukukan laba bersih yang melonjak tajam, sebuah pencapaian yang mempertegas posisi kuat mereka di industri pangan nasional.
Berdasarkan data keuangan terbaru, JAPFA mencatatkan laba periode berjalan mencapai Rp 2,68 triliun hingga 30 Juni 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 1,36 triliun. Lonjakan ini tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan penjualan neto serta melakukan efisiensi operasional yang ketat di berbagai lini bisnis.

Dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun 2026, total penjualan bersih perusahaan menyentuh angka fantastis sebesar Rp 35,36 triliun. Angka ini naik drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 27,48 triliun. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba usaha juga meroket menjadi Rp 3,73 triliun dari sebelumnya Rp 2,10 triliun. Selain itu, EBITDA perusahaan juga mengalami peningkatan pesat menjadi Rp 4,41 triliun.
Direktur JAPFA, Leo Handoko, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari model bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, di tengah tantangan fluktuasi harga bahan baku dan dinamika pasar yang tidak menentu, JAPFA tetap konsisten memperkuat bisnis inti melalui percepatan digitalisasi serta optimalisasi sinergi antar unit usaha.
Sebagai bagian dari strategi penguatan fokus, JAPFA juga telah melakukan langkah strategis dengan melakukan divestasi 100% saham PT Vaksindo Satwa Nusantara pada akhir September 2026. Langkah ini menghasilkan penerimaan kas sekitar Rp 1,81 triliun sebelum pajak. Dana hasil penjualan ini rencananya akan dialokasikan untuk membiayai kembali kebutuhan belanja modal (capex) serta mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pinjaman bank, sehingga manajemen bisa lebih fokus pada sektor prioritas jangka panjang.
Tak hanya unggul secara finansial, JAPFA juga menunjukkan komitmen nyata terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Perusahaan berhasil mencapai target inisiatif Zero Coal lebih cepat dari jadwal semula yang direncanakan pada 2040. Selain itu, efisiensi penggunaan sumber daya juga terlihat dari peningkatan volume air daur ulang sebesar 94% serta penurunan volume limbah B3 hingga 63%.
Menatap paruh kedua tahun 2026, manajemen mengaku tetap waspada terhadap berbagai tantangan global, seperti ketidakpastian ekonomi dan risiko kelebihan pasokan di industri perunggasan. Namun, dengan fundamental yang kokoh, JAPFA optimis dapat terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan modal.




