lahatsatu.com – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengaku telah memiliki prediksi kuat terkait pemberhentian dirinya dari kursi Bendahara Negara. Ia bahkan secara gamblang menyebut peluangnya untuk diganti adalah 50:50, sebuah angka yang mencerminkan ketidakpastian namun juga kesiapan.
Kepastian mengenai pencopotannya baru benar-benar ia ketahui saat menerima panggilan telepon penting di tengah rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin (14/9) siang. Momen itu menjadi penanda berakhirnya masa jabatannya di kabinet.

Purbaya menegaskan bahwa perkiraannya tersebut bukan sekadar intuisi atau perasaan semata. Ada serangkaian perhitungan khusus yang menjadi dasar keyakinannya akan kemungkinan tersebut. "Itu feeling-nya nggak ada, cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya," ungkap Purbaya kepada awak media usai proses serah terima jabatan.
Namun, saat didesak untuk menjelaskan lebih detail mengenai dasar perhitungan yang ia maksud, Purbaya memilih untuk tidak membeberkannya. Ia hanya mengisyaratkan bahwa keputusan perombakan jajaran menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. "Nggak tahu, mesti nanya Pak Presiden itu. Tapi kan bisa lihat dari omongannya, oh 50-50, ya sudah," tambahnya.
Setelah tak lagi menjabat, Purbaya memiliki rencana sederhana namun menenangkan. Ia berujar ingin menghabiskan waktu dengan memancing di kolam belakang rumahnya. Dengan nada bercanda, ia mengungkapkan bahwa momen memancing itu juga akan menjadi ajang baginya untuk merenung dan mencari jawaban atas pertanyaan "kenapa dipecat?".
Ketika disinggung mengenai kemungkinan dirinya akan kembali menduduki posisi di kementerian atau lembaga lain, bahkan sebagai menteri di bidang berbeda, Purbaya dengan tegas menampik. "Nggak lah. Baru dipecat, masa jadi menteri lagi. Gimana lo?" ucapnya, sembari menegaskan bahwa ia sudah tidak memiliki minat sedikit pun untuk




