lahatsatu.com – Gelombang antusiasme luar biasa menyelimuti Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada Sabtu (7/11/2026). Ribuan pasang mata dan hidung tertuju pada satu titik: pameran wewangian bertajuk Scent of Indonesia. Perhelatan ini bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan sebuah pembuktian bahwa industri parfum dalam negeri telah naik kelas dan mampu bersaing dengan merek global.
Dalam ajang bergengsi ini, lebih dari 90 merek parfum lokal berkumpul untuk memamerkan mahakarya mereka. Setiap jenama membawa narasi yang berbeda melalui racikan aroma yang unik, mulai dari nuansa segar yang membangkitkan semangat hingga aroma mewah yang memberikan kesan elegan. Kehadiran puluhan merek ini menciptakan sebuah ekosistem wewangian yang sangat kaya, memberikan pengalaman sensorik yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Suasana di dalam area JICC tampak sangat hidup. Pengunjung terlihat tidak ragu untuk mengeksplorasi setiap sudut stan. Aktivitas yang paling dominan adalah ketika para pengunjung sibuk memegang kertas uji aroma atau blotter. Mereka dengan teliti menghirup aroma yang keluar dari kertas tersebut, mencoba mengenali karakter top notes, middle notes, hingga base notes dari setiap produk yang ditawarkan. Interaksi antara pengunjung dan perwakilan merek menciptakan diskusi hangat mengenai selera aroma yang sedang tren saat ini.
Tidak hanya soal aroma, aspek visual juga menjadi daya tarik utama yang memanjakan mata. Setiap merek tampak bekerja keras menonjolkan identitas mereka melalui desain stan yang estetik dan kemasan produk yang menawan. Deretan botol parfum dengan berbagai warna mencolok tertata rapi, menciptakan pemandangan yang sangat instagramable.
Beberapa jenama memilih pendekatan minimalis namun mewah dengan menggunakan botol kaca tebal berbentuk kotak yang dipajang di dalam etalase akrilik bening. Desain ini memberikan kesan eksklusif dan mahal. Di sisi lain, ada pula kreativitas yang mengangkat unsur lokalitas. Beberapa stan tampil unik dengan menggunakan potongan bambu tradisional sebagai wadah untuk meletakkan kertas uji aroma. Sentuhan tradisional ini memberikan nuansa hangat dan organik, yang sangat kontras namun harmonis dengan kemewahan produk parfum itu sendiri.
Kesuksesan Scent of Indonesia ini menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor kecantikan, khususnya parfum. Dengan kualitas yang semakin mumpuni dan kemasan yang semakin berkelas, produk parfum lokal kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mengekspresikan jati diri melalui aroma. Pameran ini membuktikan bahwa kreativitas anak bangsa mampu menciptakan tren wewangian yang memikat pasar luas.




