Korea Selatan – PT Pertamina (Persero) mempererat sinergi dengan perusahaan global asal Korea Selatan, POSCO International Corporation, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk bersama-sama mengembangkan solusi energi rendah karbon di Indonesia dan Korea Selatan. Langkah ini menjadi bukti komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi berkelanjutan dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dan Chief Executive Officer POSCO International, Kye-In Lee, di Korea Selatan, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kerja sama ini akan memfokuskan pada eksplorasi potensi pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon, khususnya dalam bidang Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), pengembangan Blue Hydrogen/Ammonia, serta potensi kolaborasi di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia. Pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, dan energi baru terbarukan diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan," ujar Simon, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Kemitraan ini juga mencakup kajian mendalam terhadap aspek teknis dan non-teknis dalam rantai teknologi rendah karbon. Sinergi antara Pertamina dan POSCO International diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mencapai target penurunan emisi karbon, serta mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE).



