Perang Global Guncang IKN Proyek Terancam Molor

lahatsatu.com – Gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, kini mulai menunjukkan dampaknya hingga ke jantung pembangunan Ibu Kota

Agus sujarwo

Perang Global Guncang IKN Proyek Terancam Molor

lahatsatu.com – Gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, kini mulai menunjukkan dampaknya hingga ke jantung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Para pelaku pembangunan proyek ambisius ini harus menghadapi lonjakan harga bahan baku konstruksi yang signifikan, berpotensi mengancam jadwal penyelesaian.

Data yang dirilis Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) mengungkapkan bahwa harga minyak telah melonjak drastis, mencapai 37,41 persen dalam kurun waktu 28 Februari hingga 1 Juli 2026. Kenaikan ini kemudian memicu efek domino pada harga solar industri yang melambung 41,52 persen, harga besi beton naik 27,78 persen, dan aspal yang melonjak 23,85 persen pada periode yang sama.

Perang Global Guncang IKN Proyek Terancam Molor
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sony Alisa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), tidak menampik adanya keluhan dari para penyedia solar industri akibat ketidakpastian geopolitik ini. Ia mengakui bahwa OIKN sedang intens berdiskusi internal untuk mencari solusi atas tantangan tersebut. "Memang dari penyedia sempat mengeluh terkait kenaikan solar akibat geopolitik. Ini sedang kami diskusikan dengan pimpinan," ujar Sony kepada wartawan di area pembangunan kawasan lembaga yudikatif IKN, Kalimantan Timur, Minggu (16/8/2026).

Sony menjelaskan, kenaikan harga solar industri sangat mencolok. Saat ini, harga solar berada di kisaran Rp 20.000 per liter, naik signifikan dari sebelumnya Rp 12.500 per liter. Bahkan, sempat menyentuh angka fantastis Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per liter.

Meski demikian, OIKN tetap menunjukkan optimisme tinggi bahwa pembangunan fisik kawasan perkantoran, termasuk untuk lembaga yudikatif dan legislatif, akan rampung sesuai target. Kedua kawasan ini diproyeksikan selesai antara tahun 2027-2028.

Progres Pembangunan Kawasan Yudikatif

Kawasan yudikatif, yang meliputi gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, dan Masjid Kawasan, ditargetkan selesai pada 25 Desember 2027. Hingga akhir tahun 2026, pembangunan fisik kompleks perkantoran ini diharapkan mencapai 40 persen. Pembangunan MK, KY, dan Masjid Kawasan dikerjakan oleh ADHI-Deta Decon KSO, sementara MA dan Plaza Keadilan diamanahkan kepada PT Hutama Karya (Persero).

"Target tahun ini mudah-mudahan bisa mencapai 40 persen, meliputi struktur dan topping off. Nanti tinggal penyelesaian arsitektural, landscape, dan interior yang akan kami kebut," jelas Sony. Ia menambahkan, bangunan di kompleks yudikatif dirancang dengan rentang umur panjang, sekitar 20 hingga 50 tahun, asalkan dirawat dan ditempati dengan baik.

Untuk detailnya, paket pembangunan MA memiliki nilai kontrak Rp 1,4 triliun dengan progres 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan. Sementara itu, paket pembangunan MK, KY, dan Masjid Kaw

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar