lahatsatu.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) siap meluncurkan mega proyek ambisius yang akan mengubah total wajah kawasan Blok M. Dengan konsep "Ultimate Development Blok M", area strategis ini digadang-gadang akan bertransformasi menjadi pusat kegiatan terintegrasi yang lebih modern dan dinamis, siap menyambut masa depan Jakarta.
M. Iqbal Bimo Arifianto, Division Head Property Management MRT Jakarta, mengungkapkan bahwa metamorfosis Blok M menjadi sebuah "hub" modern akan terealisasi pada tahun 2025. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghidupkan kembali kawasan yang kini telah menjelma menjadi magnet kuliner UMKM, gaya hidup, dan berbagai komunitas. Setelah lebih dari seratus hari diaktifkan, Blok M kini menarik sekitar 25.000 pengunjung setiap harinya, menunjukkan potensi besar yang akan terus digali.

Sejalan dengan peta jalan pengembangan Transit Oriented Development (TOD), MRT Jakarta bertekad membawa Blok M ke level berikutnya. "Ini bukan sekadar revitalisasi biasa, melainkan transformasi besar yang akan membuat Blok M tumbuh pesat dan menjadi kawasan TOD yang jauh lebih nyaman," jelas Bimo dalam acara Workshop MRT Fellowship 2026 di Jakarta Pusat. Ia menambahkan, publik diminta menantikan tanggal mainnya karena akan ada kejutan besar.
Dalam mewujudkan visi ini, MRT Jakarta mengusung pendekatan 3A 1C: Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas), Attraction (daya tarik), dan Community (komunitas). Pendekatan ini mencakup penguatan jalur pejalan kaki dan konektivitas transportasi, penyediaan ruang publik yang memadai, aktivasi beragam kegiatan, serta jalin




