Jakarta – Holding BUMN pertambangan, MIND ID, terus berupaya meningkatkan efisiensi dan nilai tambah sektor batu bara nasional melalui penerapan teknologi digital. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sebagai bagian dari MIND ID, menjadi garda depan dalam inisiatif ini dengan mengintegrasikan sistem digital secara menyeluruh, mulai dari operasional hingga sistem informasi perusahaan.
Transformasi digital ini diharapkan dapat menjadikan operasional penambangan batu bara di Indonesia lebih efisien, aman, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi negara. PTBA mengembangkan kerangka kerja yang menghubungkan Operational Technology (OT) dengan Information Technology (IT), memungkinkan pemantauan seluruh proses operasional secara real-time, terukur, dan terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Melalui platform Corporate Information System for Enterprise Application (CiSEA), pengelolaan sistem produksi, pengangkutan, keselamatan kerja, hingga perawatan peralatan tambang dilakukan secara komprehensif berdasarkan data terintegrasi.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menekankan bahwa digitalisasi merupakan fondasi penting bagi penguatan industri batu bara nasional. Dengan aplikasi teknologi digital terkini, perusahaan dapat memantau aktivitas pertambangan secara real-time, mengoptimalkan proses kerja, dan meningkatkan hasil produksi. Peningkatan produksi batu bara sebesar 10-20% telah tercatat sejak penerapan digitalisasi.
Digitalisasi juga menjadi kunci bagi MIND ID dalam meningkatkan produksi batu bara dari 41 juta ton menjadi 100 juta ton untuk memenuhi kebutuhan energi dan mendukung program hilirisasi nasional.
"Melalui transformasi digital ini, kami berupaya agar sektor pertambangan mampu menjadi tulang punggung untuk kemajuan bangsa," ujar Pria dalam keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).
Pria menjelaskan bahwa melalui CiSEA, Bukit Asam saat ini mengoperasikan lebih dari seratus modul digital yang digunakan oleh lebih dari tujuh ribu pengguna internal, dengan tingkat pengumpulan data mencapai tujuh puluh persen dari seluruh aktivitas operasional. Sistem ini mengintegrasikan jaringan sensor, peralatan otomatis, sistem pemantauan alat berat, hingga analitika berbasis machine learning.
Pendekatan ini memungkinkan kontrol yang lebih presisi terhadap proses produksi batu bara, termasuk perencanaan tambang, penjadwalan alat produksi, hingga pemantauan energi dan emisi. Sistem digital ini juga memperkuat tata kelola lingkungan melalui pemantauan kualitas air, rehabilitasi lahan, serta pengendalian area operasional secara digital. Dengan otomatisasi dan transparansi data, PTBA memastikan seluruh proses penambangan berjalan sesuai kaidah good mining practice.
Pria Utama menambahkan bahwa digitalisasi tambang merupakan lompatan penting bagi masa depan pertambangan Indonesia karena mampu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan memastikan standar keselamatan kelas dunia.
"MIND ID meyakini bahwa masa depan pertambangan Indonesia ada pada kemampuan kita dalam mengoptimalkan teknologi. Kami tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun landasan pertambangan yang lebih bertanggung jawab, modern, dan siap menyongsong peradaban masa depan Indonesia," pungkasnya.




