Menkeu Sentil Bankir: Lebih Suka Parkir Dana di Bank Sentral!

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan kritik pedas kepada sektor perbankan Indonesia. Ia menilai bank-bank di tanah air masih enggan menyalurkan kredit untuk

Agus sujarwo

Menkeu Sentil Bankir: Lebih Suka Parkir Dana di Bank Sentral!

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan kritik pedas kepada sektor perbankan Indonesia. Ia menilai bank-bank di tanah air masih enggan menyalurkan kredit untuk mendukung program pembangunan nasional.

Menurut Purbaya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebenarnya sudah mencukupi untuk membiayai berbagai program pemerintah yang direncanakan. Namun, terdapat program pembangunan lain yang membutuhkan suntikan dana tambahan.

Menkeu Sentil Bankir: Lebih Suka Parkir Dana di Bank Sentral!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan ini muncul seiring dengan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berencana membuat aturan agar perbankan turut serta menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah.

"Yang itu (program prioritas pemerintah) sudah cukup semua dari pemerintah. Tapi kan masih, nanti ada program-program pembangunan yang lain (yang butuh pembiayaan), di mana mungkin selama ini bank-bank males, sukanya taruh di bank sentral uangnya," ujar Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Purbaya menekankan pentingnya mendorong penyaluran kredit oleh bank ke sektor riil dan pembangunan nasional. Meski demikian, ia enggan memberikan komentar lebih detail karena belum menerima draf peraturan dari OJK.

"Tapi yang penting adalah setiap upaya untuk memastikan bank melakukan fungsi intermediasinya yaitu memberi pinjaman, itu bagus buat ekonomi," imbuhnya.

OJK sendiri berencana untuk memasukkan program-program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pembangunan 3 juta rumah ke dalam fokus penyaluran kredit perbankan. Langkah ini akan diwujudkan melalui Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang mewajibkan perbankan untuk berpartisipasi dalam pembiayaan program-program tersebut.

Data dari OJK menunjukkan bahwa realisasi kredit lembaga jasa keuangan untuk program MBG hingga Januari 2026 mencapai Rp 1,21 triliun yang disalurkan kepada 1.373 SPPG. Dukungan untuk program MBG juga dilakukan melalui skema securities crowdfunding yang melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal.

Sementara itu, realisasi kredit untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tercatat sebesar Rp 174 triliun. Untuk program pembangunan 3 juta rumah, OJK mencatat realisasi kredit sebesar Rp 1,44 triliun yang digunakan untuk membiayai pembangunan 11.468 unit rumah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar