Lembaga Administrasi Negara (LAN) resmi menjalin kerja sama dengan lembaga filantropi Tony Blair Institute untuk meningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kolaborasi ini juga melibatkan platform pembelajaran Apolitical.
Plt. Kepala LAN, Muhammad Taufiq, mengungkapkan harapannya agar penguatan AI dalam pelayanan dan tata kelola organisasi dapat menjadikan birokrasi lebih lincah, produktif, dan efisien. "Kami berharap dengan penguatan AI dalam pelayanan dan tata kelola organisasi, bisa menjadikan birokrasi lebih lincah, produktif, dan lebih efisien," ujar Taufiq.

Kerja sama ini menghasilkan platform pembelajaran AI gratis bagi ASN. Materi pembelajaran yang disediakan meliputi pelajaran dasar hingga teknikal, dan dapat diakses oleh seluruh ASN, mulai dari pegawai baru hingga eselon satu. "Pada tahap awal, kami bakal menargetkan pembelajaran bagi 1.000 orang ASN," ungkap Lindsay Strouse, Head of Partnerships, Digital Skills and Inclusion Tony Blair Institute for Global Change.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kompleksitas sistem kerja pemerintah. Taufiq menjelaskan bahwa selain birokrasi yang rumit, banyak aplikasi pemerintah yang masih terkotak-kotak dan belum terintegrasi.
Co-founder dan CEO Apolitical, Pooja Warier Hamilton, menjelaskan bahwa pembelajaran AI akan tersedia di platform mereka dan platform pemerintah. "Jadi kami bakal bekerja dengan pemerintah, pelatihan bisa dilakukan dengan platform pemerintah tapi pelajar juga bisa datang ke platform kami untuk berhubungan dengan rekan mereka di seluruh dunia," ujar Pooja.
Meskipun belum dijelaskan kapan platform ini akan diluncurkan atau kapan ASN wajib belajar terkait AI, baik Pooja maupun Taufiq menyatakan kesiapan mereka untuk segera memulai program ini. "Secepatnya, kapapun LAN siap," tegas Pooja.




