Kontradiksi Amazon Diskon Tapi PHK

lahatsatu.com – Dunia teknologi dan perdagangan elektronik kembali dikejutkan oleh langkah kontroversial yang diambil oleh raksasa e-commerce global, Amazon. Di tengah keriuhan pesta diskon besar-besaran

Agus sujarwo

Kontradiksi Amazon Diskon Tapi PHK

lahatsatu.com – Dunia teknologi dan perdagangan elektronik kembali dikejutkan oleh langkah kontroversial yang diambil oleh raksasa e-commerce global, Amazon. Di tengah keriuhan pesta diskon besar-besaran yang sedang dinikmati konsumen di seluruh dunia, perusahaan ini justru mengambil langkah pahit dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.

Ironisnya, gelombang pengurangan tenaga kerja ini terjadi bertepatan dengan momentum Prime Big Deal Days. Acara tahunan tersebut merupakan ajang promosi besar di mana Amazon menawarkan berbagai potongan harga fantastis untuk menarik minat pelanggan. Namun, di balik kemeriahan promo tersebut, suasana di internal perusahaan justru terasa mencekam bagi para pekerja di divisi ritel.

Kontradiksi Amazon Diskon Tapi PHK
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan laporan yang dihimpun, pemangkasan ini menyasar unit toko yang memegang peranan krusial dalam mengelola situs utama e-commerce milik Amazon. Langkah ini bukan merupakan kejadian pertama bagi perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos tersebut. Sebelumnya, Amazon telah melakukan gelombang PHK dalam skala yang jauh lebih masif, yakni mencapai 30.000 karyawan yang berlangsung sepanjang tahun lalu hingga awal tahun ini.

Pihak manajemen Amazon melalui juru bicaranya menyatakan bahwa langkah penyesuaian struktur organisasi ini diambil demi efisiensi. Mereka meyakini bahwa perubahan struktur pada unit bisnis toko akan membantu perusahaan dalam mewujudkan prioritas strategis ke depannya. Meski demikian, alasan efisiensi ini tidak lantas menenangkan para pekerja yang terdampak.

Informasi yang beredar melalui saluran komunikasi internal perusahaan, seperti Slack, menunjukkan bahwa pemangkasan ini tidak hanya terjadi di satu lokasi. Dampak PHK ini dirasakan oleh karyawan di berbagai belahan dunia, termasuk di Amerika Serikat, India, hingga Inggris. Beberapa divisi yang disebut paling terdampak meliputi layanan pelanggan serta layanan mitra penjualan, yang merupakan tulang punggung operasional harian perusahaan.

Menanggapi fenomena PHK yang terus berlanjut, pendiri Amazon, Jeff Bezos, memberikan penjelasan mengenai alasan di balik kebijakan drastis ini. Menurutnya, perusahaan sempat melakukan kesalahan dalam strategi perekrutan selama masa pandemi COVID-19. Pada periode tersebut, lonjakan belanja daring yang luar biasa membuat Amazon melakukan perekrutan karyawan secara besar-besaran untuk memenuhi tekanan permintaan pasar.

"Saat itu semua orang berada di rumah dan memesan barang secara masif. Itu adalah periode yang luar biasa sekaligus penuh tekanan bagi kami. Seluruh tim bekerja sangat keras, namun kami menyadari bahwa kami telah menambah jumlah karyawan secara berlebihan," ungkap Bezos menjelaskan situasi tersebut.

Kini, Amazon tengah berupaya menyeimbangkan kembali neraca tenaga kerja mereka agar sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Meski langkah ini dianggap perlu untuk keberlangsungan jangka panjang perusahaan, gelombang PHK di tengah musim belanja besar ini tetap menyisakan pertanyaan besar mengenai stabilitas industri teknologi global di masa depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar