lahatsatu.com – PT Bank Mayapada Internasional Tbk menunjukkan taringnya di sektor perbankan dengan mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang sangat signifikan. Berdasarkan laporan kinerja keuangan periode sembilan bulan hingga September 2026, bank ini berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang melesat hingga dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Lonjakan keuntungan ini menjadi sinyal positif bagi kesehatan finansial perseroan. Tercatat, laba bersih yang berhasil diraup mencapai angka Rp 87 miliar. Jika dibandingkan dengan capaian pada September 2025 yang hanya sebesar Rp 42 miliar, maka Bank Mayapada mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 107 persen. Angka fantastis ini mencerminkan adanya perbaikan fundamental dalam kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Tidak hanya dari sisi profitabilitas, struktur kekayaan perusahaan juga mengalami ekspansi yang cukup masif. Total aset Bank Mayapada kini telah menyentuh angka Rp 171,867 triliun per September 2026. Jika menilik data tahun lalu, posisi aset pada September 2025 berada di angka Rp 154,540 triliun, yang berarti terdapat kenaikan aset sebesar 11,21 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan aset, nilai ekuitas atau modal bersih perseroan juga ikut merangkak naik. Total ekuitas tercatat mencapai Rp 19,079 triliun, tumbuh sekitar 12,04 persen secara tahunan dari posisi Rp 17,028 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penguatan ekuitas ini menjadi bukti bahwa nilai kekayaan bersih perusahaan terus mengalami penguatan yang sehat.
Menariknya, penguatan modal ini juga dibarengi dengan peningkatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR). Per September 2026, CAR Bank Mayapada berada di level 11,09 persen, naik dari posisi 10,09 persen pada September 2025. Peningkatan rasio ini sangat krusial karena menunjukkan bahwa bank memiliki bantalan modal yang lebih kuat untuk mendukung aktivitas ekspansi bisnis sekaligus memitigasi risiko operasional perbankan.
Dari sisi likuiditas, bank ini menunjukkan manajemen dana yang cukup hati-hati. Hal ini terlihat dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang tercatat sebesar 77,06 persen per Juni 2026, menurun dibandingkan angka 83,83 persen pada Juni 2025. Penurunan rasio LDR ini mengindikasikan adanya perubahan komposisi yang lebih terjaga antara penyaluran kredit dengan dana pihak ketiga yang dihimpun.
Selain itu, kualitas aset produktif juga menunjukkan tren perbaikan yang menggembirakan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang sebelumnya berada di angka 4,02 persen per Juni 2026, berhasil ditekan menjadi 3,36 persen pada akhir September 2026.
Meskipun menunjukkan tren positif di berbagai lini, Bank Mayapada tetap dituntut untuk waspada terhadap beban operasional dan pencadangan kredit. Konsistensi dalam menjaga efisiensi dan kualitas kredit akan menjadi kunci utama agar pertumbuhan laba dan aset ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan di masa mendatang.




