Kabar Gembira Kuota Tuna RI Melonjak Tajam

lahatsatu.com – Kabar membanggakan datang dari sektor kelautan dan perikanan nasional. Indonesia baru saja mencatatkan kemenangan diplomasi yang signifikan di kancah internasional. Kementerian Kelautan dan

Agus sujarwo

Kabar Gembira Kuota Tuna RI Melonjak Tajam

lahatsatu.com – Kabar membanggakan datang dari sektor kelautan dan perikanan nasional. Indonesia baru saja mencatatkan kemenangan diplomasi yang signifikan di kancah internasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan kesepakatan untuk menaikkan kuota tangkapan tuna sirip biru selatan atau Southern Bluefin Tuna (SBT) secara drastis.

Dalam keputusan terbaru, kuota tangkapan untuk komoditas premium ini naik menjadi 25 persen, atau setara dengan sekitar 1.670 ton per tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan kuota sebelumnya yang hanya berada di angka 1.336 ton per tahun. Dengan kenaikan ini, posisi Indonesia dalam peta perikanan dunia kini sejajar dengan negara-negara maju seperti Korea Selatan dan Taiwan.

Kabar Gembira Kuota Tuna RI Melonjak Tajam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Keberhasilan ini diraih melalui proses diplomasi yang panjang dan alot dalam forum tahunan ke-33 Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) yang diselenggarakan di Brussel, Belgia. Ketetapan mengenai kenaikan kuota ini nantinya akan mulai berlaku untuk periode tahun 2027 hingga 2029.

Menariknya, peluang keuntungan bagi Indonesia tidak berhenti di angka 1.670 ton tersebut. Pemerintah juga membuka peluang untuk mendapatkan tambahan kuota hingga 1.500 ton per tahun dari sisa alokasi anggota lain yang tidak terpakai. Jika peluang tambahan ini berhasil dimanfaatkan secara maksimal, total kuota tangkapan SBT milik Indonesia bisa melonjak hingga mencapai angka 3.170 ton per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan langkah maju yang sangat berarti bagi kemajuan ekonomi biru Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi perikanan yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil yang manis.

"Kami akan terus mengawal proses ini agar ke depannya alokasi dari CCSBT bisa semakin adil, terutama bagi negara-negara pantai yang sedang berkembang seperti Indonesia," ujar Trenggono dalam keterangan resminya.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menambahkan bahwa kemenangan ini adalah buah dari perjuangan bertahun-tahun. Upaya ini sudah dimulai sejak pertemuan CCSBT ke-30 di Busan, Korea Selatan pada tahun 2023, di mana Indonesia mulai mengajukan proposal tertulis untuk merombak mekanisme alokasi kuota agar lebih menguntungkan negara produsen.

Perjuangan tersebut terus diperkuat pada pertemuan tahunan ke-32 di Bali tahun lalu, di mana Indonesia mengusulkan agar porsi tangkapan nasional mencapai 15 persen dari total tangkapan yang diperbolehkan (Total Allowable Catch/TAC).

Latif menegaskan bahwa tuntutan Indonesia didasarkan pada prinsip keadilan dan realitas geografis. Sebagai negara pantai berkembang, Indonesia memegang peran krusial karena merupakan satu-satunya penjaga kawasan pemijahan SBT di dunia.

Selain kenaikan kuota nasional, pertemuan ke-33 CCSBT juga menyepakati kenaikan total TAC global untuk SBT menjadi 23.647 ton per tahun untuk periode 2027-2029. Delegasi Indonesia secara resmi mendukung kenaikan berbasis sains ini sembari terus memperjuangkan porsi alokasi yang lebih besar dan adil bagi nelayan tanah air.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar