Iran Terapkan ‘Tol Bitcoin’ untuk Kapal di Selat Hormuz

Jakarta – Pemerintah Iran mengambil langkah berani dengan mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar "tarif tol" menggunakan aset kripto. Kebijakan ini diperkirakan menjadi

Agus sujarwo

Iran Terapkan 'Tol Bitcoin' untuk Kapal di Selat Hormuz

Jakarta – Pemerintah Iran mengambil langkah berani dengan mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar "tarif tol" menggunakan aset kripto. Kebijakan ini diperkirakan menjadi strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional.

Menurut Hamid Hosseini, juru bicara Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran, tarif kripto yang dikenakan setara dengan US$1 atau sekitar Rp 17.122 per barel minyak yang dimuat kapal. Kebijakan ini diterapkan selama gencatan senjata dua minggu dengan Amerika Serikat (AS).

Iran Terapkan 'Tol Bitcoin' untuk Kapal di Selat Hormuz
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam praktiknya, kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz harus mengirimkan pemberitahuan melalui email kepada otoritas Iran mengenai muatan yang mereka bawa. Setelah penilaian dilakukan, tarif akan dikenakan dan kapal baru diizinkan melintas setelah pembayaran diterima.

"Setelah email diterima dan Iran menyelesaikan penilaian, kapal-kapal diberi waktu singkat untuk membayar dengan Bitcoin. Hal ini dilakukan untuk memastikan transaksi tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi," ujar Hosseini kepada Financial Times.

Hosseini menambahkan bahwa langkah-langkah penilaian juga diterapkan untuk memastikan kapal-kapal yang melintas tidak membawa senjata. Namun, produk lain termasuk minyak diperbolehkan untuk melintas.

Sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada akhir Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak utama dunia. Sekitar 20% minyak dunia mengalir melalui selat ini, dan penutupannya telah menyebabkan dampak signifikan terhadap ekonomi global.

Selama konflik, Iran mengizinkan sejumlah kecil kapal untuk melewati selat dengan sistem tol. Namun, jumlah kapal yang melintas dianggap tidak cukup untuk mengatasi kekhawatiran pasokan dan harga yang disebabkan oleh penutupan efektif selat tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar