lahatsatu.com – Gelaran akbar INACRAFT October 2026 resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia ini tidak hanya sekadar ajang pamer produk, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi ratusan perajin lokal untuk menunjukkan taringnya di pasar nasional maupun internasional. Dengan mengusung semangat inovasi, ajang ini diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif melalui target transaksi yang sangat fantastis.
Penyelenggaraan edisi kelima ini membawa angin segar dengan memperkenalkan konsep Techno Craft. Melalui konsep tersebut, para pelaku industri kreatif didorong untuk tidak lagi terpaku pada metode konvensional semata. Penggunaan teknologi modern kini mulai diintegrasikan ke dalam berbagai lini produksi, mulai dari proses desain yang lebih presisi, teknik produksi yang efisien, hingga strategi pemasaran digital yang menjangkau pasar global. Langkah ini diambil untuk memastikan produk kriya lokal tetap relevan dan kompetitif di tengah arus modernisasi.

Menariknya, wajah baru industri kriya ini tampak jelas melalui keterlibatan aktif generasi muda. Para perajin muda kini menjadi motor penggerak utama dalam perkembangan industri kriya nasional. Mereka membawa perspektif baru yang memadukan nilai estetika tradisional dengan sentuhan modern yang sangat diminati oleh konsumen milenial dan Gen Z.
Dalam gelaran kali ini, tercatat sebanyak 790 peserta yang turut ambil bagian. Peserta tersebut terdiri dari berbagai elemen, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perwakilan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga komunitas-komunitas kerajinan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Berbagai produk unggulan dipamerkan secara apik, mulai dari lini fesyen yang trendi, aksesori unik, dekorasi rumah yang estetik, hingga kain tradisional seperti batik dan tenun khas berbagai daerah yang memiliki nilai seni tinggi.
Pihak penyelenggara menetapkan target yang cukup ambisius dalam ajang ini. Selain menargetkan kehadiran sebanyak 80 ribu pengunjung, INACRAFT 2026 juga membidik potensi transaksi ritel mencapai angka Rp100 miliar. Tidak hanya itu, peluang kontrak dagang (business deal) yang dihasilkan diperkirakan mampu menyentuh angka 2,7 juta dolar AS.
Selain menjadi tempat transaksi jual-beli, INACRAFT juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan jejaring bisnis. Tersedia berbagai rangkaian kegiatan seperti forum bisnis, lokakarya (workshop), serta ruang interaksi langsung antara para pelaku usaha dengan calon pembeli potensial. Melalui ajang ini, diharapkan akses pasar bagi produk kriya daerah semakin terbuka lebar, sekaligus menjadi sarana regenerasi perajin muda agar industri kreatif Indonesia terus tumbuh berkelanjutan.




