Jakarta – Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan dampaknya yang meluas, tak hanya di sektor keuangan makro, namun kini telah merambah hingga ke denyut nadi perekonomian rakyat di pasar-pasar tradisional. Setelah sempat mencetak rekor terendah sepanjang sejarah di level Rp 17.600 per dolar




