lahatsatu.com – Indonesia, negeri kaya raya dengan potensi emas melimpah, ternyata masih bergelut dengan defisit pasokan untuk kebutuhan domestik. Setiap tahun, permintaan emas di Tanah Air mencapai 190 hingga 200 ton, namun jalur formal hanya mampu menyediakan 53,5 sampai 86,2 ton. Kesenjangan ini memicu pertanyaan besar





