Elon Musk kembali membuat gebrakan di dunia maya. Kali ini, ia memblokir akun X (sebelumnya Twitter) milik Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Akun tersebut baru saja dibuat dan baru mengunggah dua konten sebelum diblokir.
Akun yang diblokir adalah akun berbahasa Ibrani dari Ali Khamenei, @Khamenei_Heb. Dalam unggahan pertamanya, Ayatollah Khamenei menulis dalam bahasa Ibrani, "Atas nama Allah, yang paling penyayang." Unggahan tersebut kemudian diunggah ulang dalam bahasa Inggris.

Akun @Khamenei.ir yang terverifikasi resmi dan memiliki lebih dari satu juta pengikut juga mengunggah cuitan kedua. "Rezim Zionis telah melakukan kesalahan. Perhitungan mereka soal Iran keliru. Kami akan membuatnya memahami kekuatan, kemampuan, inisiatif, dan keinginan apa yang dimiliki bangsa Iran," tulis akun tersebut.
Namun, beberapa jam kemudian, akun @Khamenei.ir diblokir. "Akun ditangguhkan. X menangguhkan akun karena melanggar aturan," demikian isi notifikasi X.
Pemblokiran akun ini terjadi sehari setelah serangan Israel terhadap Iran. Sebelumnya, Israel melakukan penyerangan terhadap Iran pada Sabtu (26/10). Serangan ini terjadi setelah Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC meluncurkan ratusan rudal ke Israel pada Oktober, setelah pasukan Zionis membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, dan komandan IRGC.
Belum diketahui secara pasti alasan di balik pemblokiran akun tersebut. Namun, tindakan Elon Musk ini tentu saja akan memicu kontroversi dan memanaskan situasi politik di Timur Tengah.




