Efek MotoGP Mandalika Avtur Melonjak

lahatsatu.com – Gelaran akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya

Agus sujarwo

Efek MotoGP Mandalika Avtur Melonjak

lahatsatu.com – Gelaran akbar Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di sektor transportasi udara. Menjelang perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia tersebut, konsumsi bahan bakar pesawat atau avtur di Bandara Internasional Lombok (BIL) dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga mencapai angka 48 persen.

Meskipun terjadi kenaikan permintaan yang cukup tajam, PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok bahan bakar di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang sangat aman. Lonjakan ini merupakan konsekuensi logis dari meningkatnya mobilitas udara, baik untuk pengangkutan barang (kargo) maupun mobilisasi penumpang mancanegara dan domestik yang ingin menyaksikan langsung aksi para pembalap di Sirkuit Mandalika.

Efek MotoGP Mandalika Avtur Melonjak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Manager Avtur Fuel Terminal (AFT) BIL Group, Ilham, mengungkapkan bahwa tren kenaikan konsumsi ini mulai terasa sejak dimulainya rangkaian persiapan hingga hari pelaksanaan. Jika biasanya kebutuhan harian avtur di Bandara Internasional Lombok hanya berkisar di angka 80 Kiloliter (KL), kini angka tersebut meroket hingga menyentuh 120 KL per hari.

"Periode MotoGP ini berlangsung antara tanggal 5 hingga 15. Karena adanya pergerakan mulai dari kargo masuk hingga kargo keluar, terjadi kenaikan kebutuhan avtur sekitar 40 hingga 48 persen," jelas Ilham saat memberikan keterangan di Kantor AFT BIL, Lombok Tengah, Kamis (8/10/2026).

Menanggapi kekhawatiran mengenai potensi kelangkaan akibat lonjakan permintaan, Ilham menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi yang matang. Saat ini, cadangan avtur di Lombok masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional tanpa harus menunggu pasokan baru.

"Stok kami saat ini berada di kisaran 25 hingga 27 hari tanpa tambahan pasokan. Jika kita gabungkan antara penjualan saat ini dengan stok yang ada, kesimpulannya stok kita sangat aman karena masih di atas 20 hari," tambahnya.

Selain ketersediaan stok, kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) penyaluran juga menjadi prioritas utama. Pertamina memastikan seluruh infrastruktur pendukung distribusi avtur di Lombok dalam kondisi prima dan mampu menangani lonjakan beban kerja selama periode MotoGP berlangsung.

Faktor utama yang mendorong kenaikan konsumsi ini adalah tingginya aktivitas penerbangan kargo internasional. Salah satu yang paling menonjol adalah layanan kargo dari maskapai Qatar Airways yang melayani rute dari Narita, Jepang, menuju Lombok. Menurut Ilham, aktivitas kargo ini melibatkan setidaknya lima pesawat berbadan lebar (wide body) beserta kru pesawatnya.

Tak hanya dari sektor kargo, lonjakan ini juga dipicu oleh penambahan jadwal penerbangan domestik atau extra flight. Maskapai-maskapai di Indonesia menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok guna mengakomodasi ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah di tanah air. Dengan demikian, sinergi antara kebutuhan logistik dan mobilitas penumpang inilah yang menjadi motor utama meningkatnya penggunaan avtur di Bumi Gora.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar