Dunia Geger Hormuz Buka Minyak Anjlok

lahatsatu.com – Pasar minyak global bergejolak hebat harga komoditas energi vital ini mendadak anjlok tajam. Penurunan drastis ini dipicu oleh sinyal kuat kesepakatan antara Iran

Agus sujarwo

Dunia Geger Hormuz Buka Minyak Anjlok

lahatsatu.com – Pasar minyak global bergejolak hebat harga komoditas energi vital ini mendadak anjlok tajam. Penurunan drastis ini dipicu oleh sinyal kuat kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz jalur pelayaran krusial bagi perdagangan minyak dunia.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika Serikat merosot 32 persen menjadi 8488 dolar AS per barel sementara patokan internasional Brent berjangka kehilangan 34 persen menjadi 8733 dolar AS per barel. Secara mingguan harga minyak telah terkoreksi sekitar 6 persen meskipun masih mencatatkan kenaikan lebih dari 20 persen sejak eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu.

Dunia Geger Hormuz Buka Minyak Anjlok
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Seorang pejabat tinggi pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengungkapkan peluang 80 persen bahwa Washington dan Teheran akan menandatangani perjanjian penting ini dalam beberapa hari mendatang. Namun ia juga mengingatkan bahwa sistem Iran yang kompleks membuat kepastian 100 persen sulit dicapai meskipun mayoritas pihak berwenang di sana menginginkan kesepakatan ini.

Perjanjian yang tengah dirancang ini tidak hanya mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Amerika Serikat menuntut Iran untuk membongkar program nuklirnya menghilangkan uranium yang diperkaya serta mencabut blokade angkatan laut AS di wilayah tersebut. Sebagai imbalan Iran akan menerima insentif finansial substansial dari AS jika mematuhi seluruh ketentuan perjanjian.

Di sisi lain kantor berita pemerintah Iran Mehr sempat melaporkan draf kesepakatan yang menyebut AS akan menarik pasukannya dari sekitar wilayah Iran mencabut blokade angkatan laut dalam 30 hari dan menyediakan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS. Sebagai balasannya Iran akan membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari dengan pengaturan yang ditetapkan Teheran.

Namun Presiden Trump dengan tegas membantah dokumen yang beredar tersebut merupakan isi kesepakatan resmi. Melalui platform Truth Social ia menulis "Syarat-syarat yang dibocorkan Iran kepada media berita palsu tidak ada hubungannya dengan syarat-syarat yang telah disepakati secara tertulis. Mereka sebaiknya segera memperbaiki diri!"

Peran mediator kunci dimainkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Ia menyoroti adanya kampanye disinformasi yang dilakukan pihak-pihak yang ingin menggagalkan proses perdamaian. Menurut Sharif naskah akhir kesepakatan telah disepakati dan Pakistan kini bekerja sama dengan kedua negara untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. "Perdamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang" ujarnya penuh harap.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menyuarakan sentimen serupa. Ia menyatakan nota kesepahaman antara AS dan Iran belum pernah sedekat ini namun meminta publik untuk bersabar hingga proses finalisasi selesai sebelum berspekulasi mengenai detail kesepakatan.

Sementara itu Wakil Presiden AS JD Vance menepis berbagai informasi yang beredar mengenai isi perjanjian. Ia menegaskan Iran tidak akan menerima dana tunai hanya karena menandatangani kesepakatan. Menurut Vance manfaat ekonomi baru akan diberikan apabila Iran memenuhi seluruh kewajibannya dalam perjanjian tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar