Jakarta – Dua pabrik pengolahan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dijadwalkan mulai beroperasi pada April ini. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan meresmikan kedua fasilitas tersebut.
Pabrik pertama adalah LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan oleh PT Energi Nusantara Perkasa. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi LPG sebesar 163 metrik ton per hari, serta kondensat sebanyak 1.891 barel minyak per hari.

"Mudah-mudahan di bulan April ini kita akan meresmikan pabrik LPG plant di Cilamaya," ujar Djoko dalam RDP dengan Komisi XII DPR.
Pabrik kedua adalah LPG Plant Tuban, yang memiliki kapasitas produksi gas sebesar 30 metrik ton per hari dan kondensat sekitar 348 barel per hari.
"Kemudian juga ada LPG plant dan mini LNG plant, itu bisa meningkatkan atau menambah produksi ini juga di bulan April akan diresmikan, itu sebesar 30 metrik ton per day, kondensat nya 348 barel oil per day," terang Djoko.
Djoko menambahkan, "InsyaAllah ini Bapak Presiden juga rencanakan untuk meresmikan pabrik-pabrik LPG ini."
Selain kedua pabrik yang akan segera beroperasi, Djoko juga menyampaikan rencana pembangunan LPG Plant di Jambi Merang dengan kapasitas produksi gas sebesar 320 metrik ton per hari dan kondensat sekitar 3.700 barel per hari. Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Proyek LPG plant di Senoro juga akan segera dimulai pembangunannya, dengan kapasitas produksi 54 metrik ton per hari dan kondensat 626 barel minyak per hari.
"Kemudian untuk meningkatkan kapasitas LPG plan juga di Jawa Timur, kita akan memproduksi atau membangun tambahan pabrik memperluas, itu sebesar 50 metrik ton per day," pungkas Djoko.



