TANGERANG, Lahatsatu.com – PT Bank Syariah Nasional (BSN) mengambil langkah besar dalam memperluas jangkauan bisnisnya dengan menggandeng organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah. Kemitraan ini bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan inklusi keuangan syariah yang selama satu dekade terakhir stagnan di angka 7%-8%.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BSN dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tangerang, Banten, menandai dimulainya kerja sama strategis ini. BSN akan mengelola likuiditas di berbagai unit usaha Muhammadiyah, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga rantai pasok bisnis warga Muhammadiyah.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah yang saat ini baru mencapai 13,41%. "Kami tidak hanya menunggu pasar, tetapi aktif memasuki ekosistem yang sudah mapan. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jaringan ekonomi yang luas. Ini adalah kesempatan bagi BSN untuk menjadi mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang relevan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
BSN akan menyediakan solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk pengelolaan dana, sistem pembayaran payroll, virtual account, dan integrasi QRIS untuk ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.
Selain itu, BSN meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah-BSN yang ditujukan bagi jutaan warga Muhammadiyah. Seluruh ekosistem ini akan terintegrasi dalam aplikasi Bale Syariah by BSN, yang menyediakan akses ke pembiayaan perumahan syariah dan investasi cicilan emas digital.
Dengan aset mencapai Rp72,9 triliun per Desember 2025 dan dukungan 118 outlet nasional, BSN optimis bahwa kemitraan dengan Muhammadiyah akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyambut baik kerja sama ini. "Muhammadiyah akan terus berkembang untuk memperkuat ekosistem syariah di Indonesia. Kami akan berperan strategis dalam penguatan ekonomi syariah, termasuk melalui pembiayaan untuk revitalisasi amal usaha Muhammadiyah," katanya. Hilman juga menambahkan bahwa PP Muhammadiyah sedang membentuk tim untuk pengadaan perumahan subsidi dan non-subsidi bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia.




