lahatsatu.com – Gemuruh mesin pesawat jet kembali membelah langit Bandung setelah tiga tahun lamanya. Bandara Husein Sastranegara kini resmi membuka kembali layanannya untuk penerbangan komersial menggunakan pesawat jet, menandai era baru konektivitas bagi Kota Kembang. Momen bersejarah ini ditandai dengan pendaratan perdana pesawat Garuda Indonesia dari Denpasar, yang disambut meriah dengan tradisi water salute.
Pesawat Boeing 737-800 New Generation dengan nomor penerbangan GA334, yang mengangkut 12 penumpang kelas bisnis dan 150 penumpang kelas ekonomi, sukses mendarat di Bandara Husein Sastranegara pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 10.15 WIB. Pendaratan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol kebangkitan kembali bandara yang terletak strategis di jantung kota Bandung tersebut. Water salute, semburan air berbentuk gerbang dari dua mobil pemadam kebakaran, menjadi penanda kehormatan bagi kedatangan perdana ini, sebuah tradisi yang biasa dilakukan untuk menyambut peristiwa penting di dunia penerbangan.

Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara menghentikan operasional penerbangan jet komersial berjadwal sejak 29 Oktober 2023. Kala itu, seluruh aktivitas penerbangan jet dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, menjadikan Husein hanya melayani pesawat baling-baling, penerbangan militer, dan sekolah penerbangan. Namun, kini roda sejarah berputar, dan Husein kembali siap menyambut pesawat jet.
Keputusan untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara bagi penerbangan jet komersial ini tidak lepas dari persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diberikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Kemenhub menilai InJourney Airports telah memenuhi semua standar kesiapan operasional, mencakup aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, dan kepatuhan regulasi penerbangan. Persetujuan ini tertuang dalam surat Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026.
Menurut Arie Ahsanurrohim, Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, simulasi operasional layanan penerbangan dengan pesawat jet berbadan sempit telah dilaksanakan pada 10 Agustus 2026. "Simulasi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan, memastikan kelancaran alur penumpang, bagasi, pemeriksaan keamanan, hingga proses boarding dan kedatangan penumpang di bandara," jelas Arie.
Bandara Husein Sastranegara kini dilengkapi dengan fasilitas sisi udara (air side) yang mumpuni, termasuk landas pacu (runway) berukuran 2.220 x 45 meter dan apron seluas 388 x 80 meter yang mampu menampung parkir pesawat. Peningkatan kualitas di area ini memungkinkan pesawat sekelas Boeing 737-800 untuk lepas landas dan mendarat dengan aman. Aspek keselamatan juga didukung oleh fasilitas Airport Rescue & Fire Fighting Kategori 7.
Di sisi darat, terminal penumpang Bandara Husein Sastranegara menawarkan ruang seluas 12.000 meter persegi dengan kapasitas menampung 3,4 juta penumpang per tahun. Fasilitas modern seperti 26 konter check-in, 6 unit self check-in kiosk, serta conveyor belt terbaru di area pengambilan bagasi siap melayani penumpang. Area tunggu keberangkatan (boarding lounge) juga dilengkapi dengan coworking space dan kid zone, menambah kenyamanan. Fasilitas umum seperti 6 musholla, 22 toilet, 2 eskalator, dan 3 lift juga tersedia. InJourney Airports juga memastikan area komersial dengan 17 outlet akan beroperasi penuh untuk memenuhi kebutuhan para pelancong.




