Jakarta, Lahatsatu.com – Bambang Soesatyo, tokoh nasional yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menyerukan agar industri cerutu Indonesia berani menargetkan penguasaan pasar dunia. Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk bersaing dengan negara-negara produsen cerutu ternama seperti Kuba, Dominika, dan Nikaragua.
"Indonesia punya semua syarat untuk menjadi pemain utama cerutu dunia, dari kualitas tembakau hingga tenaga kerja terampil," tegas Bamsoet saat menghadiri acara Halal Bihalal Omah Cerutu Nusantara di Jakarta, Minggu (12/4).

Bamsoet menyoroti bahwa meskipun pasar cerutu dunia bernilai puluhan miliar dolar AS, Indonesia masih tertinggal dalam hal branding, distribusi, dan penguasaan pasar premium. Ia menekankan pentingnya strategi pasar yang kuat dan pembangunan merek untuk mengangkat posisi Indonesia di kancah global.
"Persaingan cerutu dunia bukan hanya soal kualitas produk, melainkan juga strategi pasar dan kekuatan merek," imbuhnya.
Ia mencontohkan Kabupaten Jember, yang sejak era kolonial dikenal sebagai pusat tembakau cerutu berkualitas tinggi. Ekspor tembakau Jember pada tahun 2023 mencapai lebih dari 3 juta kilogram dengan nilai devisa sekitar USD 31,9 juta. Selain itu, beberapa produsen cerutu lokal juga mulai menembus pasar global dengan merek sendiri.
Bamsoet optimis bahwa dengan kualitas tembakau lokal yang unggul, seperti Besuki Na-Oogst, Indonesia memiliki potensi untuk menciptakan cerutu dengan karakter rasa yang unik dan diminati pasar dunia.
"Masa depan industri cerutu Indonesia memang ada di pasar internasional. Karena itu strategi ekspor harus menjadi prioritas utama, termasuk dukungan diplomasi ekonomi dan promosi," pungkasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan sejumlah gubernur serta bupati.




