APBN 2025 Direvisi, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen dengan Kurs Rupiah Melemah

Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia merevisi proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, dengan target pertumbuhan ekonomi kini berada di kisaran 4,7 hingga

Agus sujarwo

APBN 2025 Direvisi, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen dengan Kurs Rupiah Melemah

Jakarta, Lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia merevisi proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, dengan target pertumbuhan ekonomi kini berada di kisaran 4,7 hingga 5 persen. Revisi ini telah disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi ini lebih rendah dari asumsi sebelumnya yang mencapai 5,2 persen. Selain itu, pemerintah juga memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan lebih lemah, berada di kisaran Rp 16.300 hingga Rp 16.800 per dolar AS. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan berada di level 7 persen.

APBN 2025 Direvisi, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen dengan Kurs Rupiah Melemah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perubahan postur APBN 2025 juga mencakup realisasi pembiayaan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 662 triliun, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar Rp 616,2 triliun. Hal ini disebabkan oleh perkiraan defisit yang melebar menjadi 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dari target awal sebesar 2,53 persen PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa pemerintah akan terus berhati-hati dalam mengelola APBN 2025. "Pelaksanaan APBN 2025 sangat menantang karena lingkungan yang berubah sangat dinamis dan juga karena ada prioritas-prioritas baru dari presiden yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja ekonomi dan meningkatkan pertahanan dan ketahanan negara kita," ujarnya.

Berikut adalah asumsi dasar ekonomi makro 2025 terbaru:

  • Pertumbuhan ekonomi: 4,7-5% (sebelumnya 5,2%)
  • Inflasi: 2,2-2,6% (sebelumnya 2,5%)
  • Tingkat bunga SUN 10 tahun: 6,8-7,3% (sebelumnya 7%)
  • Nilai tukar rupiah: Rp 16.300 – Rp 16.800/US$ (sebelumnya Rp 16.000/US$)
  • Harga minyak mentah Indonesia: US$ 68-82/barel (sebelumnya US$ 82/barel)
  • Lifting minyak bumi: 593-597 ribu barel per hari (sebelumnya 606 ribu barel per hari)
  • Lifting gas bumi: 976-980 ribu barel setara minyak per hari (sebelumnya 1,05 juta barel setara minyak per hari)

Outlook terbaru APBN 2025:

  • Pendapatan negara: Rp 2.865,5 triliun (sebelumnya Rp 3.005,1 triliun)
  • Belanja negara: Rp 3.527,5 triliun (sebelumnya Rp 3.621,3 triliun)
  • Defisit: Rp 662 triliun atau 2,78% (sebelumnya Rp 616,2 triliun atau 2,53%)
  • Pembiayaan anggaran: Rp 662 triliun (sebelumnya Rp 616,2 triliun)
Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar

ads cianews.co.id banner 1