lahatsatu.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memangkas antrean panjang yang kerap dialami oleh para pelaku industri. Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, mengumumkan rencana besar untuk menambah frekuensi Hari Pelayanan Publik yang selama ini hanya dilaksanakan satu kali dalam sepekan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan konsultasi dari para pelaku usaha yang ingin memastikan operasional mereka berjalan sesuai regulasi. Selama ini, layanan konsultasi tatap muka hanya tersedia setiap hari Kamis. Namun, melihat tingginya animo masyarakat dan dunia usaha, Sarmuji mendorong agar jadwal tersebut ditambah menjadi dua hari dalam seminggu, misalnya pada hari Selasa dan Kamis.

"Saya meminta agar Hari Pelayanan Publik tidak hanya satu hari dalam seminggu, tetapi bisa menjadi dua hari. Dengan penambahan ini, masyarakat dan pelaku industri memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkonsultasi, sehingga antrean pelayanan juga bisa semakin pendek," ujar Sarmuji dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).
Menurut Sarmuji, peningkatan kualitas layanan tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan fasilitas fisik atau sarana prasarana yang mewah. Fokus utama harus diarahkan pada transformasi sistem kerja, penyederhanaan birokrasi yang berbelit, serta percepatan waktu penyelesaian layanan. Hal ini dianggap krusial karena di era modern, kecepatan adalah kunci utama dalam memenangkan persaingan global.
Sarmuji menekankan bahwa saat ini, ukuran kekuatan sebuah industri tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kapasitas produksi, melainkan seberapa cepat mereka mampu beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah, dalam hal ini Kemenperin, harus mampu memosisikan diri sebagai fasilitator dan akselerator yang mendukung kecepatan gerak industri tersebut.
"Sekarang industri yang besar pun bisa kalah dengan industri yang cepat. Kita sebagai fasilitator harus mampu mendorong industri bergerak lebih cepat lagi. Oleh karena itu, pelayanan pemerintah juga harus semakin responsif dan mampu menjawab kebutuhan pelaku industri secara instan," tegasnya.
Data internal Kemenperin menunjukkan tren positif dalam hal kapasitas layanan. Sejak Maret 2024, kapasitas konsultasi tatap muka melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya mampu melayani 25 perusahaan per hari menjadi 130 perusahaan per hari. Lonjakan lebih dari lima kali lipat ini juga berdampak pada Indeks Pelayanan Publik Kemenperin yang naik dari angka 4,51 pada tahun 2024 menjadi 4,58 pada tahun 2025, yang masuk dalam kategori pelayanan prima.
Selain layanan tatap muka, Kemenperin juga telah mengoptimalkan kanal digital. Berdasarkan catatan bulan Juli 2026, tercatat ada 3.077 konsultasi melalui WhatsApp, 2.188 melalui pertemuan langsung, dan 617 melalui surat elektronik. Selain itu, Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) kini telah menyediakan 241 jenis layanan digital yang dapat diakses dengan mudah.
Meski capaian saat ini sudah menunjukkan tren yang baik, Sarmuji menegaskan bahwa standar "baik" saja tidak cukup. Ia menuntut adanya peningkatan berkelanjutan agar kepuasan pelaku industri tetap terjaga melalui layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sangat cepat.




