Ambisi Korea Garap Proyek Irigasi Merauke

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah besar untuk mentransformasi wilayah Wanam, Merauke, Papua Selatan, menjadi lumbung pangan utama di kawasan Indonesia Timur. Proyek ambisius

Agus sujarwo

Ambisi Korea Garap Proyek Irigasi Merauke

lahatsatu.com – Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah besar untuk mentransformasi wilayah Wanam, Merauke, Papua Selatan, menjadi lumbung pangan utama di kawasan Indonesia Timur. Proyek ambisius ini tidak hanya melibatkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menarik perhatian dunia internasional, termasuk Korea, yang dikabarkan tengah membidik peluang pendanaan untuk proyek irigasi skala raksasa di wilayah tersebut.

Fokus utama dari pengembangan ini adalah optimalisasi potensi sumber daya air melalui pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe. Kedua aliran sungai ini dinilai memiliki potensi strategis untuk dibangun bendungan atau fasilitas pengambilan air bebas. Keberadaan infrastruktur ini nantinya akan menjadi urat nadi bagi sistem pengairan di Merauke, khususnya untuk menyuplai kebutuhan air ke lima Daerah Irigasi Rawa (DIR) utama.

Ambisi Korea Garap Proyek Irigasi Merauke
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kelima wilayah irigasi yang menjadi target utama tersebut meliputi DIR Sermayam, DIR Jagebob, DIR Tanah Miring, DIR Semangga, dan DIR Kurik. Jika pembangunan bendungan di DAS Maro dan DAS Kumbe ini terealisasi, dampaknya terhadap produktivitas lahan akan sangat signifikan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Nonce Saman, mengungkapkan bahwa proyek ini dirancang dengan visi jangka panjang. Menurutnya, pemanfaatan kedua DAS tersebut diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas 750.000 hektare.

"Rencana jangka panjang kami adalah memanfaatkan DAS Maro dan DAS Kumbe. Jika rencana ini berjalan mulus, daerah irigasi rawa yang ada di sini, yang sebelumnya mungkin hanya bisa ditanami satu atau dua kali dalam setahun, bisa meningkat menjadi tiga kali masa tanam," ujar Nonce saat memberikan keterangan di kawasan DIR Waninggap Kai, Merauke.

Menariknya, proyek berskala masif ini telah masuk dalam tahap perancangan desain teknis (Engineering Services Project) yang juga mempertimbangkan skema pinjaman dana dari Korea. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek infrastruktur pertanian nasional di Papua memiliki daya tarik investasi yang tinggi di mata investor asing.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, proyek irigasi ini juga dipandang sebagai akselerator bagi program cetak sawah nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran sistem irigasi yang mumpuni diharapkan dapat mempercepat perluasan lahan pertanian di tanah Papua, khususnya di Merauke.

Saat ini, pemerintah dilaporkan telah berhasil meningkatkan luas lahan pertanian di kawasan paling timur Indonesia tersebut secara signifikan. Dari luas lahan eksisting sekitar 30.000 hektare, kini telah berkembang hingga mencapai 70.000 hektare. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan internasional, target perluasan lahan hingga ratusan ribu hektare bukan lagi sekadar mimpi bagi kedaulatan pangan Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar