Akses Stasiun Karet Jadi Lebih Mudah

lahatsatu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan langkah besar dalam melakukan transformasi fasilitas di kawasan pusat bisnis Jakarta. Fokus utama saat ini adalah

Agus sujarwo

Akses Stasiun Karet Jadi Lebih Mudah

lahatsatu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan langkah besar dalam melakukan transformasi fasilitas di kawasan pusat bisnis Jakarta. Fokus utama saat ini adalah penataan ulang akses dan fasilitas pendukung di sekitar Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan alur pergerakan penumpang yang lebih efisien serta mempermudah akses bagi masyarakat yang ingin berpindah ke moda transportasi lanjutan.

Langkah strategis ini diambil menyusul adanya kebijakan pengalihan layanan KRL dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru yang telah efektif berlaku sejak 1 September 2026. Perubahan pola perjalanan ini menuntut adanya infrastruktur yang lebih mumpuni agar tidak terjadi penumpukan massa dan ketidaknyamanan bagi para komuter.

Akses Stasiun Karet Jadi Lebih Mudah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Berdasarkan perkembangan terkini di lapangan, pengerjaan struktur bawah di sejumlah titik strategis dilaporkan telah rampung. Saat ini, tim di lapangan tengah fokus pada proses pemasangan struktur baja di beberapa lokasi. Proyek ini merupakan bagian integral dari upaya penataan kawasan secara menyeluruh guna menyediakan fasilitas pendukung yang lebih modern bagi pelanggan setia KAI.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa penataan akses ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan pola perjalanan penumpang. Menurutnya, perusahaan berkomitmen agar pelanggan dapat bergerak dengan lebih leluasa dan nyaman saat melintasi kawasan Karet dan Sudirman Baru.

"Perubahan pola perjalanan perlu diikuti dengan penataan akses yang memadai. Kami ingin memastikan pelanggan dapat bergerak dengan lebih mudah di kawasan Karet dan Sudirman Baru," ujar Anne dalam keterangan resminya yang dikutip pada Sabtu (24/10/2026).

Data menunjukkan bahwa penataan ini sangat krusial mengingat tingginya volume penumpang. Sebelum adanya pengalihan layanan, Stasiun Karet mencatat angka aktivitas masuk dan keluar gerbang mencapai 4.909.334 orang sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Sementara itu, Stasiun Sudirman Baru mencatat 2.439.757 aktivitas dari Januari hingga September 2026.

Lonjakan aktivitas terlihat sangat signifikan di Stasiun Sudirman Baru setelah pengalihan layanan dilakukan. Pada bulan September 2026 saja, tercatat sebanyak 646.411 aktivitas masuk dan keluar gerbang, melonjak drastis dibandingkan angka pada bulan Agustus yang hanya sebesar 190.060 aktivitas.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, KAI menyiapkan berbagai fasilitas canggih. Rencana pembangunan mencakup penyediaan satu unit travelator datar sepanjang 20 meter serta dua unit travelator vertikal untuk membantu mobilitas penumpang. Selain itu, penataan kawasan juga akan menyentuh aspek kenyamanan pejalan kaki, mulai dari pembangunan koridor, penataan lanskap, penyediaan area penurunan penumpang (drop-off zone), pemasangan eskalator, hingga pembangunan kanopi selasar untuk melindungi penumpang dari cuaca.

Seluruh rangkaian pekerjaan penataan kawasan ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026. Anne menegaskan bahwa pihak KAI akan terus mengawal proses ini secara bertahap dengan tetap memprioritaskan kebutuhan pelanggan serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Ia menjamin bahwa seluruh fasilitas akan dipastikan dalam kondisi siap pakai dan aman sebelum mulai dioperasikan secara penuh.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Klik Laporkan. Terima Kasih
Laporkan

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar